Walkot Eri Libatkan Tomas dalam Penataan PKL di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel

- Publisher

Sabtu, 9 Maret 2024 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi saat bertemu dengan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Semampir Surabaya /Istimewa

i

Wali Kota Eri Cahyadi saat bertemu dengan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Semampir Surabaya /Istimewa

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat di Jalan Bolodewo No 107, Kecamatan Semampir, Jumat (8/3/2024).

Di kesempatan ini, Wali Kota Eri ingin duduk bersama membahas penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan wisata religi Sunan Ampel.

Dalam pertemuan tersebut, ia turut didampingi oleh Camat Semampir, M. Yunus, Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal, Camat Simokerto Noervita Amin, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, M. Fikser.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di lokasi, dirinya meminta kepada jajarannya untuk melibatkan tokoh masyarakat saat mendata PKL di kawasan itu.

“Karena pemerintah kan nggak tahu, siapa saja yang berjualan di situ (Ampel). Makanya nanti data itu (PKL) serahkan ke tokoh setempat,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Vaksinasi Massal di Gelora 10 Nopember Ditargetkan 50 Ribu Sasaran

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa berjalan sendiri tanpa menggandeng tokoh masyarakat setempat dalam melakukan penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel. Selain itu, pemerintah juga harus terbuka dan dekat dengan masyarakatnya dalam membangun sebuah kota.

Maka dari itu, dirinya menunjuk Tokoh Masyarakat wilayah Semampir, Moch Sahlan untuk ikut serta membantu mendata PKL yang berada di kawasan wisata religi Ampel. Sahlan ditunjuk untuk ikut serta mendata karena ada kedekatan dengan para PKL di wilayah ini.

“Pemerintah itu nggak bisa harus menghandle semua sendiri, Surabaya jadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur itu bukan karena pemerintahnya sendiri. Kalau pemerintahnya mlaku ijen (jalan sendiri), ya nggak mungkin, nggak akan makmur,” ujarnya.

Baca Juga:  Belum Genap Sebulan, Bandit Curanmor Kembali Obok-obok Kawasan Balai Kota Surabaya

Wali Kota Eri menambahkan, penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel ini bukan hanya untuk pemkot saja, akan tetapi juga untuk kesejahteraan warga Kota Surabaya, khususnya yang berada di wilayah utara.

Agar warga Kota Surabaya di wilayah utara itu makmur, maka dari itu, ia ingin mewujudkan kawasan tersebut menjadi tempat wisata.

“Saya ingin mewujudkan itu (wisata). Kalau saya lihat wilayah utara itu nelangsa, karena apa? Kok bisa sebelumnya sampai nggak ada air PDAM. Sama nanti seperti di Kenjeran juga, kasih pegang (ke tokoh masyarakat) itu patung Suroboyo,” tambahnya.

Baca Juga:  Parade Juang 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan yang Terlupa

Setelah dilakukan pendataan ulang bersama tokoh masyarakat, ia berharap, semua pedagang ber-KTP Surabaya yang menetap di kawasan tersebut bisa masuk ke area yang telah difasilitasi oleh Pemkot Surabaya.

“Kasihan pedagang aslinya. Jadi, kawasan Semampir itu biar bisa bermanfaat untuk warga Semampir, Simokerto, sama Nyamplungan,” harapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Semampir Surabaya, Moch Sahlan mengaku siap membantu Pemkot Surabaya dalam melakukan pendataan dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Simokerto dan Pabean Cantikan. “Kami siap membantu di lapangan,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB