Investasi Tembus Rp 19,9 Triliun, Wali Kota Eri Cahyadi Optimis Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

- Publisher

Senin, 21 Agustus 2023 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah Surabaya yang sangat mendukung investasi/Dok. Diskominfo Surabaya

i

Wajah Surabaya yang sangat mendukung investasi/Dok. Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Berbagai inovasi dan terobosan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk meningkatkan investasi di Kota Pahlawan. Alhasil, kinerja investasi di Kota Surabaya pada semester 1/2023 atau pada kurun waktu Januari-Juni 2023 sudah tembus Rp 19,919 triliun.

Realisasi investasi ini berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 1,512 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 10,493 triliun, serta penanaman modal usaha mikro kecil sebesar Rp 7,919 triliun. Untuk PMA dan PMDN itu termasuk ke dalam Non-UMK yang modal usahanya di atas Rp 5 miliar. Sedangkan investasi yang modal usahanya di bawah Rp 5 miliar masuk kategori UMK.

“Nah, total investasi non UMK sebesar Rp 12,005 triliun dan total investasi UMK sebesar Rp 7,919 triliun, sehingga total investasi pada semester 1 ini sebesar Rp 19,919 triliun. Alhamdulillah ini menunjukkan bahwa investasi terus berdatangan ke Surabaya,” tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di ruang kerjanya, Kamis (17/8/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Eri juga optimistis besarnya investasi yang masuk ke Surabaya mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Misalnya, bagaimana ketika keberadaan hotel di Surabaya itu untuk kebutuhan sandal atau handuknya, dapat dipenuhi dari UMKM Surabaya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi, Target Tuntaskan 7.196 Rutilahu pada 2027

Demikian pula dengan hadirnya rumah makan dan restoran. Maka, kebutuhan sayuran dapat disuplai dari tanaman hidroponik yang dibudidayakan oleh warga Surabaya. Termasuk bagaimana dengan hadirnya rumah sakit. Maka, tenaga kerja atau kebutuhan laundry bisa dipenuhi dari warga Surabaya.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa saat ini salah satu syarat untuk investasi di Surabaya adalah harus mempekerjakan warga Surabaya. Artinya, setiap investasi baru yang masuk, harus dapat menumbuhkan lapangan kerja bagi warga Surabaya. “Jadi investasi silahkan masuk sebesar-besarnya ke Surabaya, tetapi harus bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan warga Surabaya,” ujarnya.

Meski begitu, Wali Kota Eri juga menyadari bahwa lahan investasi di Kota Surabaya ini sangat terbatas, sehingga ke depannya ia memastikan akan terus menggenjot investasi dari sektor barang dan jasa. “Sekarang kita lagi bergerak dengan Pelindo bagaimana lahan-lahan parkir di Pelindo itu bisa dikelola dengan baik. Jadi, kita bersama Pelindo juga akan bergerak di pelabuhan untuk meningkatkan investasi,” imbuhnya.

Baca Juga:  3,5 Tahun 64.972 Meter Jalan di Surabaya Telah Diperbaiki, Wali Kota Eri: Bukan Lagi Tambal Sulam
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan penjelasan kepada para insinyur di Klinik Investasi/Dok. Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan penjelasan kepada para insinyur di Klinik Investasi/Dok. Diskominfo Surabaya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya Afghani Wardhana menjelaskan sejumlah sektor yang menjadi penyumbang tertinggi dari PMA, PMDN, dan UMK. Khusus untuk penyumbang tertinggi dari PMA adalah sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 473,35 miliar, lalu perdagangan dan reparasi sebesar Rp 398,85 miliar, dan disusul oleh sektor perhotelan dan restoran sebesar Rp 211,05 miliar.

Sedangkan penyumbang tertinggi dari PMDN adalah sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 3,58 triliun, lalu sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 1,53 triliun, dan disusul oleh sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 794,2 miliar. Selanjutnya di sektor kontruksi sebesar Rp 791,3 miliar, lalu hotel dan restoran menyusul dengan capaian sebesar Rp 721,9 miliar.

Sementara penyumbang tertinggi dari UMK adalah sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 2,13 triliun, lalu jasa lainnya sebesar Rp 901,3 miliar, dan disusul oleh sektor konstruksi sebesar Rp 550,27 miliar, kemudian sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 423,3 miliar, selanjutnya sektor hotel dan restoran sebesar Rp 253,8 miliar.

Baca Juga:  3,5 Tahun 113.426 PJU Terpasang hingga Perkampungan

“Alhamdulillah PMDN Surabaya tertinggi se-Jawa Timur, ini menunjukkan bahwa minat investor tanah air masih tinggi dibandingkan investor dari luar negeri,” tegasnya.

Suasana di Klinik Investasi Mal Pelayanan Publik Siola/Dok. Diskominfo Surabaya
Suasana di Klinik Investasi Mal Pelayanan Publik Siola/Dok. Diskominfo Surabaya

Selain itu, Afghani juga menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan nilai investasi di Kota Surabaya adalah dengan memberikan kemudahan perizinan kepada para investor. Bentuk kemudahan yang diberikan seperti pengurusan perizinan berusaha seluruhnya dilaksanakan secara online melalui system OSS (Online Single Submission) dan SSW (Surabaya Single Window) ALFA.

“Proses secara online tersebut tentunya memudahkan investor untuk memenuhi izin atas usaha yang dilakukan, sementara Pemkot Surabaya terus menggencarkan sosialisasi system tersebut kepada investor dan pelaku usaha. Kita juga sudah siapkan klinik investasi di Siola untuk membantu para investor dalam mengurus perizinannya. Jadi, kita berikan kemudahan dan kenyamanan untuk berinvestasi di Surabaya,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Langgar Izin Tinggal, Dua WN Tiongkok Dideportasi
Pemerintah Siapkan Pendampingan dan Jaminan Sosial bagi Korban Ponpes Al Khoziny
Tiga Kebakaran Terjadi di Surabaya dalam Sehari, Satu Sopir Alami Luka Bakar
Mendagri dan APEKSI Bahas Strategi Fiskal: Dari TKD, PAD, hingga BUMD
Kos di Sidosermo Surabaya Terbakar, Satu Warga Luka Bakar Ringan
APBD Surabaya 2024 Sebesar Rp 10,9 Triliun, Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan hingga Infrastuktur
Berhasil Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Surabaya Terima Dana Insentif Fiskal
Menjadi Catatan Sejarah, Pembukaan Piala Dunia U-17 Berlangsung di Surabaya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:47 WIB

Langgar Izin Tinggal, Dua WN Tiongkok Dideportasi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:58 WIB

Pemerintah Siapkan Pendampingan dan Jaminan Sosial bagi Korban Ponpes Al Khoziny

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:39 WIB

Tiga Kebakaran Terjadi di Surabaya dalam Sehari, Satu Sopir Alami Luka Bakar

Sabtu, 20 September 2025 - 10:31 WIB

Mendagri dan APEKSI Bahas Strategi Fiskal: Dari TKD, PAD, hingga BUMD

Selasa, 9 September 2025 - 11:48 WIB

Kos di Sidosermo Surabaya Terbakar, Satu Warga Luka Bakar Ringan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB