30 Karya Fotografi Hasil Karya Anak Disabilitas Dipamerkan

- Publisher

Minggu, 30 Juli 2023 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran fotografi di basement Alun-Alun Surabaya (Istimewa)

i

Pameran fotografi di basement Alun-Alun Surabaya (Istimewa)


BicaraSurabaya.com – Sebanyak 30 karya fotografi hasil jepretan anak-anak disabilitas penghuni Kampung Anak Negeri atau Pondok Sosial Kalijudan, dipamerkan di Basement Alun-Alun Surabaya mulai 27 Juli sampai 1 Agustus 2023.

Anak-anak disabilitas yang menyukai dunia fotografi itu tergabung dalam komunitas Disabilitas Berkarya. Di antaranya Pina, Jacky, Kiking, dan Mukidi penyandang disabilitas rungu dan wicara. Serta, Omay penyandang down syndrome.

Founder Disabilitas Berkarya, Leo Arief Budiman mengatakan, bahwa pameran fotografi karya Disabilitas Berkarya merupakan salah satu wadah apresiasi Pemkot Surabaya, yang sekaligus untuk memeriahkan puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di samping pameran, ada bedah buku Tutur Mata. Buku ini diterbitkan pada tahun 2021 saat peringatan Hari Disabilitas Nasional. Karya-karya dalam buku itu ada 48 foto, mulai dari tahun 2016 sampai 2021 yang disusun oleh 5 anak disabilitas,” kata Leo dalam keterangannya, Minggu (30/7/2023).

Baca Juga:  Aksi Saling Dorong Hingga Tetap Mogok dan Pastikan Tidak Ada Daging di Demo Tolak Relokais RPH

Pada pameran foto itu, Leo mengaku bahwa kelima anak tersebut memiliki selera visual yang berbeda. Sebab, setiap anak memiliki karakternya masing-masing.

Selanjutnya, dalam proses kurasi foto, Leo menjelaskan bahwa tahapan pemilihan foto dilakukan bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Tim Peliputan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.

“Keunikan itu pasti. Contoh Kiking, karya-karyanya mendalam sekali. Selera mereka berbeda-beda karena karakter masing-masing anak juga berbeda,” ungkapnya.

Selain itu, pameran juga diisi dengan beda buku fotografi “Tutur Mata” karya Disabilitas Berkarya di Basement Alun-Alun Surabaya, Jumat (28/7/2023).

Baca Juga:  14 Kanal Pengaduan Pemkot Surabaya

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar di Kota Surabaya ikut hadir pada sesi diskusi. Bahkan, mereka terlihat sangat antusias ingin mengenal dunia fotografi. “Jadi kelima anak yang mengikuti pameran ini, sekaligus yang menyusun buku Tutur Mata,” terangnya.

Menurutnya, fotografi dapat menjadi bekal anak-anak disabilitas menjadi lebih percaya diri. Harapannya, mereka bisa bangkit untuk terus berkarya. “Kita punya keterampilan, maka ayo berbagi bersama. Kita memotret punya manfaat, ada sesuatu yang bisa disampaikan,” ujar dia.

Meski demikian, Leo menyampaikan bahwa gelaran pameran foto dan bedah buku “Tutur Mata” merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Dimana, komunitas Disabilitas Berkarya turut menanamkan pendidikan karakter pada anak. Salah satunya adalah melakukan diskusi bedah buku disambut dengan antusiasme pelajar Surabaya yang ingin mengenal dunia fotografi.

Baca Juga:  Jagal RPH Pegirian Tolak Pindah, Pemkot Surabaya Pastikan Relokasi Tetap Jalan

“Kita menciptakan buku itu untuk memotivasi bahwa kita sama-sama bergerak untuk mereka. Begitu juga mereka yang disabilitas, ayo bangkit untuk berkarya,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mewadahi ketertarikan anak-anak Surabaya maupun masyarakat umum yang ingin mengenal dan belajar fotografi, Disabilitas Berkarya mengajak masyarakat untuk ikut bergabung dalam kegiatan “Foto Bersama” di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada 29 Juli 2023 pukul 15.00 WIB.

“Kita ingin memberikan kesetaraan, maka anak-anak dan masyarakat umum bisa mengikuti kegiatan Foto Bersama untuk mengenal anak-anak disabilitas,” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB