Jadi Korban MiChat, Pria Hidung Belang di Surabaya Kecewa BO PSK Spek Tak Sesuai Foto

- Publisher

Selasa, 6 Juni 2023 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi prostitusi online /Bicara Surabaya

i

Ilustrasi prostitusi online /Bicara Surabaya


BicaraSurabaya.com – MiChat menjadi salah satu aplikasi pesan instan favorit yang banyak digunakan oleh pria hidung belang. Seperti salah satunya pria berinisial H, warga asal Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Lelaki bertampang brewok kelahiran tahun 80 an ini mengaku sudah sejak 2018 menggunakan aplikasi tersebut. Namun aplikasi MiChat tidak digunakannya secara bijak. Melainkan digunakan untuk Booking Online (BO) Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Sudah sejak tahun 2018 lalu menggunakan aplikasi MiChat. Awalnya dulu memang buat iseng-iseng chating, tapi akhirnya ketagihan. Kalau ditanya sudah berapa kali BO lewat MiChat, mungkin tidak terhitung,” kata H kepada media ini, Selasa (6/6/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

H mengaku sengaja menggunakan aplikasi MiChat untuk BO PSK online agar lebih leluasa memilih. Sebab, kata dia, di aplikasi tersebut, biasa terpampang foto hingga harga yang ditawarkan.

Baca Juga:  Tim Gabungan Evakuasi 12 Wanita dari Rumah Kosong di Eks Wisma Sememi

“Harganya variasi, mulai dari ratusan ribu. Kalau saya sukanya yang spek STW (Setengah Tua), gemoy-gemoy dengan harga sekitar Rp300 sampai Rp600,” ujar dia.

Sudah puluhan kali lancar BO lewat MiChat, rupanya H mengaku pernah mengalami kejadian tak mengenakan. Peristiwa itu dialaminya sekitar awal bulan Maret 2023 atau sebelum puasa Ramadan.

“Puluhan kali BO PSK online lewat miChat lancar, tapi baru kali ini dapat pengalaman seperti ada yang mengganjal, merasa kayak tertipu,” akunya.

H mengaku, awalnya sudah menemukan wanita yang diidamkan dengan spek STW gemoy lewat MiChat. Setelah melakukan chat dengan sosok wanita itu, akhirnya disepakati harga BO Rp600 ribu, dengan ketentuan satu kali main di apartemen.

“Saat itu deal harga Rp 600 ribu. Mbaknya usia sekitar 27 tahun, minta DP (uang muka) dulu Rp150 ribu dan pelunasan saat tiba di kamar. Akhirnya saya sepakat dan transfer Rp150 ribu,” ungkap H.

Baca Juga:  Enam Camat Baru Surabaya Resmi Dilantik, Evaluasi Kinerja Diumumkan ke Publik

Setelah transfer DP Rp150 ribu, H pun tak sabar untuk segera bergegas menuju lokasi apartemen yang sudah disepakati. Hasrat birahi yang sudah tak tertahan, membuat H ingin segera berjumpa dengan sosok wanita STW gemoy yang diidamkannya itu.

“Saat tiba dan masuk ke kamar, saya kaget, ternyata spek tidak sesuai di foto profil MiChat. Di foto kelihatan STW gemoy-gemoy putih, tapi pas ketemu di lokasi orangnya kurus. Akhirnya saya minta batal,” ujarnya.

Karena tidak sesuai spek yang diidamkan, H mengaku kecewa dengan sosok wanita yang ditemuinya itu. Akhirnya H membatalkan BO dan meminta kembali uang DP Rp150 ribu yang sebelumnya ditransfer ke wanita tersebut.

“Saat itu saya sempat debat minta uang DP Rp150 dikembalikan. Tapi mbaknya tidak mau alasannya uang sudah masuk ke rekening. Dari pada rame, akhirnya saya mengalah dan mengikhlaskan uang DP Rp150 ribu hilang,” ceritanya.

Baca Juga:  Kabaharkam Polri: Penyekatan untuk Menyadarkan Masyarakat Agar Disiplin Prokes

Saat ditanya apakah melaporkan kejadian tak mengenakkan itu ke pihak kepolisian, H mengaku, tidak punya niatan ke sana. Sebab, hal itu justru akan membuatnya menjadi malu. “Ndak lapor ke polisi, kalau laporan malah jadi malu saya,” kata H.

Meski sudah pernah tertipu jasa prostitusi online, namun H mengaku tidak kapok. Tetapi, kata dia, pengalaman BO PSK Online tak sesuai foto itu dijadikan pengalaman baginya untuk lebih berhati-hati ke depannya.

“Kalau sekarang saya lebih baik COD, ketemu langsung di lokasi, bayar dan main. Kalau ada yang minta transfer DP dulu, saya lebih baik batalkan cari yang lain,” tandasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB