Ops Skala Besar Digelar, Petugas Amankan Remaja Perang Sarung dan Balap Liar

- Publisher

Minggu, 26 Maret 2023 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apel gabungan operasi skala besar cipta kondisi di Surabaya pada Sabtu malam (25/3/2023) /dok. Pemkot Surabaya

i

Apel gabungan operasi skala besar cipta kondisi di Surabaya pada Sabtu malam (25/3/2023) /dok. Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar operasi gabungan bersama kepolisian dan TNI pada Sabtu (25/3/2023) malam.

Hasilnya, sejumlah orang diamankan karena mengganggu keamanan dan ketertiban umum (trantibum) di Kota Pahlawan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, bahwa ada sembilan orang diamankan oleh tim gabungan saat menggelar operasi cipta kondisi berskala besar pada Sabtu (25/3/2023) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mengamankan yang ada di Satpol PP 9 orang. Dengan rincian, 4 orang perang sarung, dan 5 orang melakukan balap liar. Ini dari hasil jangkauan yang kita lakukan di empat wilayah, yakni Surabaya bagian utara, selatan, barat, dan timur,” kata Eddy, Minggu (26/3/2023).

Selain itu, Eddy menyebut, terdapat pula beberapa pelanggar trantibum yang diamankan oleh jajaran Polsek maupun Polrestabes Surabaya.

“Kalau yang diamankan di polsek itu kemarin juga ada karena sudah kriminal. Sebab, mereka sudah melukai orang. Jadi kita mengamankan sesuai dengan lokasi yang terdekat, supaya lebih mudah untuk pelaksanaan tindak lanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Gabungan Satpol PP dan Linmas Surabaya Getol Tertibkan Pengamen di Traffic Light

Eddy mengaku, sejak Desember 2022, pihaknya bersama personel gabungan TNI-Polri, dan Garnisun, terus menggelar operasi cipta kondisi. Kegiatan ini dilakukan mulai Senin hingga Minggu. Namun, setiap hari Senin hingga Kamis, operasi gabungan dilakukan dengan skala sedang.

“Untuk Jumat malam dan Sabtu malam, skala besar. Semalam kita laksanakan skala besar dan lebih besar daripada sebelumnya karena mulai dari Ramadan pertama sampai saat ini ditemukan banyak remaja yang melakukan aktivitas gangguan ketertiban,” ungkapnya.

Sejak hari pertama bulan suci Ramadan, Eddy mengungkapkan jika muncul kembali fenomena perang sarung antar remaja. Bahkan, di awal bulan Ramadan, di Surabaya sudah terjaring beberapa remaja yang diduga telah melakukan aktivitas perang sarung.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Beri Sanksi Tegas Oknum Satpol PP yang Terlibat Narkoba

“Nampaknya setiap Ramadan dan tahun ini muncul lagi, pengakuan yang tertangkap di Satpol, alibinya adalah mencari makan sahur. Tapi ikut-ikutan perang sarung,” jelasnya.

Remaja yang diamankan oleh Satpol PP Surabaya rata-rata berusia 15-18 tahun. Saat operasi cipta kondisi pada Kamis (23/3/2023) malam, sebanyak 5 remaja diamankan.

Kemudian, pada Jumat (24/3/2023) malam, sebanyak 7 remaja juga telah diamankan. Saat diamankan, para remaja kedapatan membawa sarung yang didalamnya sudah diikat dengan batu atau besi.

“Alhamdulillah dengan operasi yang kita lakukan itu bersama-sama dengan kepolisian, Garnisun itu eskalasinya menurun. Hasil tadi malam lebih menurun daripada Jumat malam. Karena Jumat malam ada korban yang harus dirawat di rumah sakit,” terang Eddy.

Eddy juga berharap seluruh elemen masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Seperti memberikan informasi melalui Command Center 112 apabila mengetahui aktivitas warga pada malam hari yang bersifat mengganggu dan membahayakan.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Inisiasi Program 1 Gamis 1 Sarjana

“Misalnya perang sarung, tawuran, balap liar, atau pesta minuman keras. Maka partisipasi warga bisa berupa informasi melalui 112, sehingga penanganannya tidak terlalu lama dan efektif,” ujarnya.

Meski begitu, Eddy memastikan, setiap hari Satpol PP Surabaya bersama personel gabungan selalu melaksanakan operasi cipta kondisi asuhan rembulan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi warga maupun remaja yang melakukan aktivitas mengkhawatirkan pada malam hari di bulan Ramadan.

“Alhamdulillah dengan Pak Kapolrestabes (Kombes Pol Pasma Royce) yang baru ini kita bersinergi dengan luar biasa, sehingga umat muslim bisa melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa gangguan apapun,” katanya.

“Bahkan, sudah kita jadwalkan sampai dengan nanti malam lebaran itu, ada kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan dalam rangka pengamanan kota,” sambungnya. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB