Jalankan Tradisi Fang Seng, Young Buddhist Association Lepas Ribuan Ikan hingga Buat Trashboom

- Publisher

Minggu, 25 Desember 2022 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satwa yang akan dilepas dalam ritual Fang Sheng/istimewa

i

Satwa yang akan dilepas dalam ritual Fang Sheng/istimewa


Bicarasurabaya.com – Young Buddhist Association Indonesia bersama Ecoton melepaskan ribuan jenis ikan di Sungai Kalimas, Surabaya, Sabtu (24/12/2022). Bahkan, mereka juga menggalang dana untuk pembuatan trashboom demi menjaga ekosistem hayati. Hal ini dilakukan untuk melestarikan tradisi Fang Sheng yang merupakan salah satu tradisi agama Buddha.

Koordinator panitia Fang Sheng dari Young Budhhist Association Indonesia William Vijjadhammo menjelaskan, ribuan satwa air yang dilepas itu di antaranya ikan gabus, bulus, dan belut. Ribuan satwa yang dilepas ini didapatkan atau dibeli dari pasar ikan, suplier dari berbagai supermarket, dan restoran-restoran yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya.

“Total donasi dari 114 donatur, sehingga berhasil mengumpulkan 42 kilogram ikan gabus, 828,5 kilogram belut, dan 2 ekor bulus,” kata William seusai melepaskan ribuan ikan itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meyakini bahwa ikan-ikan yang akan disembelih dan dikonsumsi itu sangat menderita. Makanya, dibebaskan ke lingkungan habitatnya. Tujuannya, agar ikan ini bisa melanjutkan hidup, berkembang biak dan memberi banyak manfaat kepada alam. Kegiatan ini, kata William, merupakan salah satu ritual agama Buddha yang dikenal dengan melepaskan makhluk hidup kembali ke alam bebas atau ke habitat aslinya.

Baca Juga:  Young Buddhist Association Lepas Ribuan Satwa yang Terancam Dibunuh di Kawasan Wisata Mangrove

“Ritual ini dalam agama kami dikenal dengan Fang Sheng, yaitu kegiatan melepaskan satwa yang terancam terbunuh ke alam bebas agar kita sebagai manusia terhindar dari mara bahaya dan mendapatkan kebaikan karena menolong mahkluk yang menderita,” ujarnya.

Selain melakukan ritual Fang Sheng, Young Buddhist Association Indonesia juga menggalang dana untuk pembuatan trashboom atau penghalang sampah di sungai. Tujuannya juga untuk menyelamatkan makhluk hidup yang ada di lautan agar tidak tercemar sampah dan plastik akibat ulah manusia membuang sampah pada sungai.

Sementara itu, Deputi Eksternal dan Kemitraan Ecoton Aziz mengatakan kegiatan pelepasan makhluk hidup ini merupakan salah satu kegiatan pengembalian satwa dan ikan pada tempat asalnya. Apalagi lokasi pelepasan itu merupakan kawasan suaka ikan kali Surabaya, sebuah kawasan lingkungan yang memperoleh SK Kawasan Suaka Ikan dari Gubernur Jawa Timur karena sebagai tempat bertelurnya dan berkembang biak hewan seperti belut dan bulus.

Baca Juga:  Young Buddhist Association Gandeng Ahok Rayakan Sumpah Pemuda

“Tentu kegiatan ini akan membantu menambah ekosistem dan keanekaragaman hayati di kali Surabaya,” kata Aziz.

Ia juga mengaku senang dan bangga karena Young Buddhist Association juga menggalang dana untuk menginisiasi pembuatan trashboom atau trash barrier yang merupakan penjaring sampah yang dipasang pada badan air sungai. Tujuan pemasangan trashboom untuk mengetahui jumlah debit sampah yang masuk ke badan air sungai di suatu kawasan.

“Trashboom juga berguna untuk menangkap sampah sungai agar tidak bocor ke laut. Trashboom ini adalah salah satu teknologi yang membantu pengelolaan sungai. Alat ini juga sangat bermanfaat untuk menganalisis komposisi sampah yang telah masuk ke badan air sungai,” katanya.

Baca Juga:  Peduli Korban Erupsi Semeru, Young Buddhist Association Bangun Hunian Sementara di Lumajang

Berdasarkan studi lapangan yang telah di lakukan di Kali Pelayaran Sidoarjo, komposisi sampah yang didapat meliputi sampah organik, sampah plastik termasuk kemasan sachet, sedotan, botol, dan kantong kresek. Makanya, trashboom ini juga sangat bermanfaat untuk menghalang sampah plastik agar tidak masuk ke aliran sungai di bawahnya dan tidak mengalir ke laut.

“Kami berterima kasih kepada Young Buddhist Association atas support dan kepercayaannya karena sudah memilih kawasan suaka ikan sebagai lokasi pelepasan satwa. Harapan kami adalah kita bersama-bersama untuk terus berupaya menjaga kelestarian sungai karena biota-biota sungai membutuhkan air yang bersih dan ekosistem yang layak untuk mendukung perkembangbiakan dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB