Peduli Korban Erupsi Semeru, Young Buddhist Association Bangun Hunian Sementara di Lumajang

- Publisher

Selasa, 21 Desember 2021 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Young Buddhist Association terus menunjukkan kepeduliannya kepada sesama, terutama para korban erupsi Gunung Semeru. Selain memberikan bantuan bahan pokok, Young Buddhist Association bersama para anggota sangha bhikku dan tim Gusdurian Peduli juga akan membangun hunian sementara (huntara) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Berbagai bantuan itu dihimpun melalui gerakan “Tekad Comeback Stronger untuk Semeru” yang diinisiasi oleh Young Buddhist Association. Gerakan ini menerima donasi barang dan donasi uang, ditambah lagi penjualan baju Campaign Comeback Stronger yang hasilnya juga disumbangkan untuk membangun hunian sementara para korban erupsi Gunung Semeru.

Koordinator Donasi Tekad Comeback Stronger untuk Semeru Billy Lukito Joeswanto mengatakan pada hari ini, Minggu (19/12/2021), pihaknya menyerahkan donasi bahan kebutuhan pokok dan donasi uang kepada Tim Gusdurian Peduli di Lumajang. Tim ini sebelumnya sudah melakukan asesment terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh para korban erupsi Gunung Semeru.

“Ternyata, kebutuhan yang mendesak dari saudara-saudari kita adalah huntara (hunian sementara) dimana pemerintah melalui Kementerian Kehutanan sudah memberikan izin untuk mendirikan rumah hunian sementara di lahan perhutanan di kawasan yang jauh dari zona merah erupsi, yaitu di Kecamatan Candipuro,” kata Billy.

Oleh karena itu, pihaknya langsung bergerak memberikan bantuan sembako dan juga menyerahkan donasi uang yang merupakan hasil sumbangan dari para donatur yang dihimpun melalui gerakan Tekad Comeback Stronger untuk Semeru mulai 6-15 Desember 2021. Bantuan donasi uang yang diserahkan itu sebesar Rp 44.475.441 yang merupakan donasi dari para donatur dan juga penjualan baju Campaign Comeback Stronger.

“Kita juga bagikan obat semprot pembunuh parasit bakteri di tenggorokan untuk warga dan Relawan Gusdurian Peduli agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga saat pandemi ini. Itu semua kami lakukan karena kami sadar bahwa sudah menjadi kewajiban kami sebagai umat muda buddha untuk membantu saudara kami yang sedang terkena dampak bencana erupsi Semeru,” katanya.

Baca Juga:  Young Buddhist Association Lepas Ribuan Satwa yang Terancam Dibunuh di Kawasan Wisata Mangrove

Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para anggota sangha bhikku, donatur dan tim Gusdurian Peduli yang sudah memberikan dukungan dan doa restu, sehingga warga yang terkena dampak erupsi Semeru bisa comeback stronger dengan adanya bantuan yang diinisiasi oleh muda- mudi Buddhis dan mahasiswa-mahasiswi Buddhis ini. Makanya, untuk menandai pembangunan hunian sementara itu, pihaknya juga melakukan pemberkatan doa dengan pembakaran kertas doa di lahan yang akan dibangun huntara tersebut.

“Bantuan ini pun sukses disalurkan ke pengungsi dengan baik. Semoga berkah dan kebaikan kembali kepada para donatur dan relawan Tim Gusdurian Peduli berlipat ganda karena amal, tekad, perbuatan dan karma baik yang lakukannya,” imbuhnya.

Bantuan itu pun disambut baik oleh Tim Gusdurian Peduli untuk turut membantu membangun hunian sementara, tepatnya di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Tujuan dibangunnya hunian sementara ini agar memberikan privacy, kualitas dan kenyamanan untuk para pengungsi, terutama yang sudah berkeluarga.

Baca Juga:  Jalankan Tradisi Fang Seng, Young Buddhist Association Lepas Ribuan Ikan hingga Buat Trashboom

“Sehingga tetap terjaga privacy-nya dibandingkan hidup di tenda pengungsian, karena evakuasi di daerah terkena erupsi akan memakan waktu yang sangat lama dan ada kemungkinan ada yang tidak bisa dievakuasi, sehingga harus direlokasi di lahan perhutani tersebut,” kata Ketua Gusdurian Peduli A’ak Abdullah Al-Kudus.

Menurutnya, di lahan perhutani itu nantinya setiap keluarga akan mendapatkan tanah 7×14 meter. Makanya, di tempat itu pula pihaknya akan membangunkan hunian sementara, karena di lahan ini pula nantinya pemerintah pusat akan membangunkan hunian tetap. “Jadi, nanti warga sudah tidak perlu pindah-pindah lagi. Terimakasih banyak kepada teman-teman Young Buddhist Association dan juga para donatur,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim
Batik Jatim Berlayar, Khofifah Bidik Pasar Global dan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB