Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo Diresmikan

- Publisher

Kamis, 30 Juni 2022 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. (dok. Diskominfo Surabaya)

i

Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. (dok. Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo di Jalan Labansari No. 1 Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya, Kamis (30/6/2022).

Disana, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi bersama UMKM Batik Serasi untuk menaikan taraf hidup Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa dengan semangat gotong royong bersama UMKM di kawasan Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya, menjadi tanda menggerakkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, Pemkot Surabaya terus memaksimalkan penggunaan lahan atau aset pemkot, dengan tujuan untuk menggeliatkan kegiatan ekonomi kerakyatan.

“Inilah yang saya inginkan, bahwa berkolaborasi dan gotong royong warga bisa menyerap MBR menjadi tenaga kerja. Alhamdulillah para senior pembatik ini turun gunung untuk membantu para MBR,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Ia menjelaskan, bahwa para anggota UMKM Batik Serasi memiliki semangat yang sama dengan Pemkot Surabaya, khususnya untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Sebab, mereka berani mengambil peluang bisnis usaha bagi para MBR di Kecamatan Mulyorejo.

“Di Kecamatan Mulyorejo ini, banyak ahli mencanting dan membatik yang sudah berusia 60 tahun keatas. Tetapi masih bersemangat untuk memberikan pendampingan dan pelatihan membuat batik,” jelas dia.

Wali Kota Eri Cahyadi juga meminta hasil produksi dari Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo distribusikan ke Sentra UMKM milik Pemkot Surabaya Kriya Gallery. Bahkan, ia terpesona dengan hasil karya batik yang dibuat oleh para MBR.

Baca Juga:  Satpol PP Tindak Tegas Reklame Tak Berizin dan Tidak Bayar Pajak

“Tadi saya langsung membeli batik, karena karyanya sangat bagus. Maka saya minta untuk dipasarkan ke Surabaya Kriya Gallery agar setiap tamu Pemkot Surabaya yang datang bisa mengetahui bahwa produk UMKM Surabaya memiliki kualitas yang terbaik,” ujar dia.

Tak hanya itu saja, ia mengaku sedang merancang konsep untuk membuat destinasi wisata produksi pembuatan batik di Kota Surabaya. Menurutnya, Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo ini memiliki potensi menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Surabaya.

“Saya akan garap lagi supaya tempat ini semakin menarik. Kalau ada tamu, akan saya bawa kesini untuk melihat proses pembuatan batik. Sehingga orang tahu bahwa Surabaya juga memiliki destinasi pengembangan budaya lokal,” terang dia.

Selain terpesona melihat karya batik di Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo, ia juga merasakan gelora semangat dari para MBR yang sedang membatik. Tak menunggu lama, Wali Kota Eri Cahyadi pun ingin merasakan pengalaman membatik bersama para MBR.

“Sangat luar biasa, memang membatik itu dari hati. Karena saat menorehkan warna, kita bisa hanyut dalam gambar. Maka, ketika membuat batik dari hati, bekerja membangun Surabaya juga harus dengan hati,” ungkap dia.

Baca Juga:  Sebelum Mencoblos, Eri Cahyadi Kunjungi Rumah Bu Risma Memohon Doa Restu

Ia menambahkan, Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo ini juga tidak hanya memproduksi batik saja. Melainkan juga melakukan budidaya ternak lele bersama para MBR Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya. Menurut dia, gotong royong yang dilakukan oleh warga Kecamatan Mulyorejo harus dicontoh oleh warga di wilayah lainnya.

“Kehidupan kota itu lambat laun, akan hilang rasa gotong royongnya kalau tidak kita bangun bersama. Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) telah ditunjukkan gotong royong di Kecamatan Mulyorejo dengan membentuk produksi rumah batik dengan pengembangan ternak lele,” ujar dia.

Di sisi lain, peluang bisnis produksi pembuatan batik semakin masif di Kota Surabaya, maka ia meminta kepada jajaran Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) untuk meminta para desainer melakukan pendampingan terhadap Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo dan Kampung Batik lainnya.

“Jadi semakin dimodifikasi akan menjadi harga jual semakin mahal. Kita juga memesan cap batik khusus, agar ada perbedaan atau ciri khas batik di setiap wilayah di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Mulyorejo Kota Surabaya Yudi Eko Handono mengatakan bahwa potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Mulyorejo terus disinergikan dengan program padat karya besutan Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga:  Gelar Wisuda Online Serentak, Wali Kota Eri Berharap Lahir Pemimpin Hebat dari Surabaya

“Para anggota Batik Serasi ini merasa senang karena ikut terlibat untuk memberikan pelatihan dan berproses untuk memproduksi batik bersama dengan para MBR,” ujar Yudi sapaan akrabnya.

Terkait pengembangan bisnis di Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo, ia juga menggandeng perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk memberikan pendampingan pemasaran dan distribusi produk secara keseluruhan.

“Semangat gotong royong ini terus kami gaungkan di wilayah Kecamatan Mulyorejo. Total 17 MBR yang memproduksi batik dan lele, jika nanti sudah mahir, maka akan kami ganti dengan MBR lainnya,” ujar dia.

Ditemui di lokasi yang sama, Koordinator Batik Serasi Hudayati Fatmalia mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, mereka telah berkolaborasi dengan para MBR dengan memberikan pelatihan. Hal tersebut kemudian mendapat respon dan dukungan oleh Camat dan Lurah.

“Alhamdulillah dengan gotong royong, Rumah Padat Karya Dukuh Sutorejo ini bisa berdiri dan akhirnya mendapat banyak pesanan. Sebab, semangat kami adalah untuk membina dan berbagi ilmu, sebagai proses untuk menaikan taraf hidup MBR,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, Wali Kota Eri Cahyadi juga menerima bantuan CSR berupa peralatan membatik yang diberikan oleh PT. Yekape Surabaya, sebagai salah satu upaya mendukung program padat karya dan ekonomi kerakyatan. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB