KPU Jatim Pastikan Usulan Besaran Anggaran Pilgub 2024 Rp 1,9 Triliun Bakal Turun

- Publisher

Senin, 13 Desember 2021 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPS 001, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung Surabaya | dok. Bicara Surabaya

i

TPS 001, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung Surabaya | dok. Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur mengusulkan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKB) Pemilihan Gubernur Jatim tahun 2024 sebesar Rp 1,9 triliun. Namun begitu, besaran usulan anggaran tersebut masih belum final dan dipastikan turun.

“Terkait rencana anggaran kebutuhan untuk RKB Pilgub sementara KPU kemarin menyampaikan ke Pemprov Jatim kurang lebih Rp 1,9 triliun,” kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam kepada awak media di sela kegiatan sosialisasi terkait gratifikasi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Surabaya, Senin (6/12/2021).

Menurut dia, mungkin banyak pihak yang menanyakan kenapa skenario anggaran tersebut menjadi lebih tinggi atau sekitar dua kali lipat dari pelaksanaan Pilgub sebelumnya. Alasannya, karena memang ada tambahan terkait anggaran untuk pencegahan Covid-19. Selain itu, total anggaran Rp 1,9 triliun itu memang belum diharmonisasi dengan kabupaten/kota.

“Artinya belum kita harmonisasi adalah kita masih belum melakukan rapat secara langsung bersama kabupaten/kota terkait sharing anggaran. Karena Pilgub ini dilaksanakan serentak dengan Pilbup (Pemilihan Bupati) dan Pilwali (Pemilihan Wali Kota), sehingga kemudian ada item-item anggaran yang akan kita dibiayai masing-masing,” jelas dia.

Apabila berkaca dari Pilgub Jatim Tahun 2018 lalu, Choirul Anam memprediksi, mungkin saja anggaran di tahun 2024 tidak sebesar itu. Sebab, anggaran Rp 1,9 tersebut diasumsikan jika seluruh kebutuhan Pilgub 2024 dibiayai oleh Pemprov Jatim.

“Kenyataannya nanti proses Pilgub ini bareng dengan pilkada kabupaten/kota. Sehingga kemudian akan dipastikan anggaran ini akan berkurang cukup banyak,” papar dia.

Ia mencontohkan, misalnya di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Skenario di RKB, honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dibiayai anggaran dari Pemprov Jatim. Nah, dalam prakteknya nanti, akan ada perjanjian atau Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim terkait sharing anggaran untuk honor petugas KPPS tersebut.

Baca Juga:  Mertua Wafat, Keluarga Besar Wali Kota Eri Cahyadi Berduka

“Jadi ini anggaran masih pengajuan. Jadi nanti kurang lebih tahun 2023 akan ada SK Gubernur terkait sharing anggaran dan kita pastikan anggaran turun drastis. Dari simulasi kita kemarin, dari Rp 1,9 triliun itu kemungkinan bisa menjadi Rp 1,3 – 1,4 triliun dengan sharing anggaran dengan kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia juga mengaku, sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan tim anggaran Pemprov Jatim terkait usulan besaran RKB tersebut. Rencananya, pihaknya juga bakal mengajukan hearing bersama Komisi A DPRD Jatim untuk membahas besaran anggaran tersebut.

“Kita juga sedang menjalin komunikasi dengan Komisi A untuk rencana hearing biar sama-sama memahami bagaimana kondisi pelaksanaan Pilgub di masa pandemi. Apalagi kalau kemudian 2024 dinyatakan sudah tidak masa pandemi tentu anggaran bisa semakin lebih hemat lagi,” terangnya.

Baca Juga:  Pendaftaran Duta Wisata Cak dan Ning Surabaya 2023 Resmi Dibuka

Di waktu yang sama, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono menyatakan, bahwa usulan besaran RKB yang diajukan KPU Jatim tentu saja sebelumnya harus dibahas bersama dengan DPRD Jatim.

“Karena yang memutuskan itu kan DPRD, tapi pemerintah (Pemprov Jatim) sudah mulai mencadangkan. Dan tentunya Rp 1,9 triliun ini untuk apa? Makanya harus bertemu dengan DPRD,” kata Heru Tjahjono.

Ia menambahkan, sementara ini, pihaknya masih mencadangkan anggaran sekitar Rp300 juta. Namun, cadangan anggaran ini belum diplotkan untuk keperluan Pilgub Jatim karena masih menunggu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

“Maka dari itu, penyelenggara pemilu agar hearing (dengan DPRD), kebutuhannya apa agar menyampaikan (besaran anggaran) Rp1,9 triliun itu untuk apa saja,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB