Setelah Inmendagri Terbit, 7 Taman di Surabaya Siap Dibuka

- Publisher

Minggu, 3 Oktober 2021 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Taman Harmoni Surabaya /Ist

i

Dok. Taman Harmoni Surabaya /Ist


Bicarasurabaya.com – Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya menyatakan, akan membuka taman setelah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) diterbitkan.

”Pembukaan taman rencananya sesuai Inmendagri sarpras (sarana prasarana) taman sudah siap, pelaksanaan menunggu Inmendagri,” kata Kepala DKRTH Surabaya, Anna Fajriatin Minggu (3/10/2021).

Anna menyebut, untuk tahap awal, rencananya akan ada 7 taman yang dibuka. Tujuh taman itu yakni, Taman Bungkul, Taman Wonorejo, Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Pelangi dan Taman Harmoni.

“Memang di sana luas sekali tamannya. kemudian sarana bermainnya lengkap itu yang bisa representatif untuk (menjaga) jarak, dibandingkan Taman Lansia yang kecil dan tidak terlalu lengkap,” katanya.

Di samping lokasinya yang luas, pemilihan taman yang bakal dibuka ini juga mewakili beberapa wilayah Surabaya. Misalnya, Taman Wonorejo yang mewakili Surabaya Timur dan Taman Cahaya di Surabaya Barat.

Meski begitu, Anna menyatakan, bahwa setiap taman itu juga dilengkapi dengan scan barcode PeduliLindungi. Sehingga, setiap pengunjung yang ingin masuk ke area taman, diwajibkan mendownload aplikasi tersebut.

Baca Juga:  Enam Museum di Surabaya Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

“Pengunjung yang masuk wajib scan PeduliLindungi. Anak-anak bisa masuk, kami siapkan di tiap taman,” terangnya.

Untuk mekanisme, pembukaan taman akan dibagi per sesi. Untuk sesi pertama dibuka mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB. Sedangkan sesi kedua dibuka pukul 14.00 -15.00 WIB

Bahkan sebelum dibuka, Anna mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 Surabaya. Ini untuk memastikan rencana pembukaan taman tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk pula untuk menentukan berapa kapasitas pengunjung yang diperbolehkan dengan melihat kondisi luasan taman.

Baca Juga:  DLH Ungkap Alasan Gunakan Unsur Hara untuk Penataan Taman di Jalur Hijau

“Sudah rapat dengan Satgas Covid-19, sudah ada panduan dan didampingi mereka. Kapasitas sesuai luasan dan sesinya berapa,” tutupnya. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB