Bicarasurabaya.com – Tim Penggerak PKK Kota Surabaya menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di 31 kecamatan Kota Surabaya untuk memasifkan kampanye mengenai urban farming atau metode pertanian di tengah perkotaan.
Urban farming menjadi salah satu peluang usaha yang unik bagi masyarakat Kota Surabaya yang ingin menjadi seorang pengusaha.
Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, selain membuat ongkos distribusi bahan pangan berkurang drastis, metode pertanian ini sangat direkomendasikan karena lebih membuat buah dan sayur-sayuran jadi lebih segar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Urban farming membuat ongkos distribusi bahan pangan berkurang drastis. Buah dan sayur-sayuran lebih segar. Juga lebih menyejahterahkan karena dikembangkan petani dari warga kota sendiri,” kata Rini Eri Cahyadi sebagaimana dilansir dari instagram resminya @rini_ericahyadi, Senin (6/9/2021).
Istri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi itu menerangkan, bahwa Surabaya harus menjadi ekosistem yang mendukung perkembangan urban farming.
“Sebab, produk-produk pangan yang dikembangkan di dalam kota adalah salah satu tanda kota yang sustainable atau kota berkelanjutan,” lanjut dia.
Oleh sebab itu, Rini menyebut, PPL yang berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya ini bakal terus mengkampanyekan urban farming. Baik melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan.
“Para PPL akan terus mengkampanyekan urban farming. Dengan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan,” lanjut dia.
Sebagai langkah awal, Rini menyebut, bahwa TP PKK Surabaya sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi bersama PPL dari 31 kecamatan Surabaya pada Senin (6/9/2021) lalu.
“Kami dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya sudah bertemu dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Surabaya. PPL yang berada di bawah naungan DKPP ini tersebar di seluruh Kecamatan di Surabaya,” ungkapnya. (BS02)






