Bicarasurabaya.com – Smile Train Indonesia yang merupakan badan amal internasional yang memberikan operasi gratis serta perawatan bibir sumbing komprehensif kepada anak-anak, terus bergerak membantu operasi bibir sumbing gratis di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, mereka juga terus memperkuat kemitraan di wilayah Jawa Timur.
Program Director Smile Train Indonesia Ruth Monalisa menjelaskan bahwa Smile Train Indonesia sudah memulai perjalanannya sejak tahun 2002. Belum genap satu dekade kiprahnya di tanah air, namun hingga hari ini sudah lebih dari 90.000 pasien di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Jawa Timur, dibantu operasi sumbing gratis yang aman, berkualitas, dan konsisten.
Ia juga memastikan bahwa kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah salah satu bentuk kelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyebabnya kerap tidak diketahui pasti, namun fokus terpenting adalah penanganannya. Jika tidak segera ditangani, bibir sumbing dapat menyebabkan komplikasi masalah seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta meningkatnya resiko malnutrisi, dan bahkan gangguan psikologis.
“Pernahkah kita sadari bahwa kemampuan untuk tersenyum merupakan nikmat yang luar biasa? Anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing pun berhak untuk mendapatkan senyum mereka. Bibir sumbing atau celah langit-langit mulut bukanlah aib, melainkan kondisi fisik yang sangat bisa diperbaiki. Kami di Smile Train bertekad untuk terus membantu menciptakan senyum-senyum berharga dari anak-anak di Indonesia, juga melalui para ahli dari Indonesia,” kata Ruth Monalisa dalam zoom meeting bersama awak media, Selasa (31/8/2021).
Makanya, ia mengaku sudah bermitra dengan dokter ahli bedah serta tenaga medis lokal melalui berbagai pelatihan, untuk memberikan perawatan sumbing, termasuk di Jawa Timur. Dengan demikian, ia berharap dapat lebih luas menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan akses atau informasi perawatan sumbing gratis.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan menyeluruh, mulai dari perbaikan gizi sebelum operasi, operasi perbaikan, observasi pasca-operasi, serta tindakan lanjutan seperti terapi wicara dan bimbingan psikologis, untuk memastikan bahwa tumbuh kembang sang anak akan berjalan optimal.
Smile Train Indonesia bersama para mitranya bertujuan untuk memfasilitasi setiap anak yang hidup dalam kesenjangan, agar dapat menjalani hidup secara sehat dan produktif. Lebih jauh lagi, menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan yang komprehensif dan segera, bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing.
“Di Jawa Timur, Smile Train Indonesia telah memberikan lebih dari 15.200 operasi bibir sumbing dan celah langit-langit sejak tahun 2002. Kami juga sudah bekerjasama dengan 15 mitra rumah sakit Smile Train Indonesia yang berada di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Jember, dan Madura,” kata dia.
Tak hanya itu, Smile Train Indonesia juga berkomitmen membantu perawatan sumbing secara komprehensif, di antaranya yang telah berjalan adalah terapi wicara, orthodonsi, termasuk pelayanan pemberian nutrisi bagi pasien. Dengan dukungan masyarakat, akan semakin banyak senyum tercipta dan anak-anak yang lahir dengan bibir sumbing pun mampu berkontribusi secara produktif di masyarakat serta memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Jika warga membutuhkan operasi bibir sumbing gratis ini, bisa langsung ke mitra kami yang ada di Jawa Timur, seperti kalau di Surabaya ada Rumah Sakit PHC Surabaya, Rs Manyar Medika Centre, RS Husada Utama, dan berbagai mitra lainnya. Atau bisa juga langsung ke Hotline Smile Train Indonesia di nomor 081112533355 dan website: smiletrainindonesia.org,” tegasnya.

Salah satu dokter yang selama ini bekerjasama dengan Smile Train Indonesia adalah dr. Ulfa Elfiah, M.Kes, SpBP-RE(K) yang merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik, Ketua Yayasan Dewi Kasih, Kepala UNEJ Medical Center, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan data global yang dimiliki Smile Train, setiap 3 menit seorang bayi terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan/atau celah langit-langit, makanya ia terus berkomitmen untuk memberikan senyum bagi anak-anak Indonesia dengan terus memperkuat kemitraan bersama para ahli setempat.
Dengan kemitraan itu, Smile Train Indonesia terus berupaya memberikan penanganan komprehensif, mulai dari operasi hingga terapi wicara dan bantuan psikologis, bagi anak-anak dan keluarga pasien bibir sumbing dan/atau celah langit-langit di Jawa Timur.
“Di dunia, setiap hari ada 540 anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan/atau celah langit-langit, sebuah kondisi yang apabila tidak ditangani dapat membawa dampak berkepanjangan bagi fisik maupun psikologi anak,” kata Dokter Ulfa.
Bahkan, ia juga menjelaskan data yang terjadi di Jember, rasio angka pasien bibir sumbing mencapai 1:1.000 pada tahun 2019. Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi.
“Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin aware untuk berperan aktif, apalagi Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka,” pungkasnya. (BS01)











