Bicarasurabaya.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menggelar vaksinasi massal di kompleks Islamic Centre Surabaya, Rabu (11/8/2021). Vaksinasi massal dosis kedua sinovac ini diikuti sebanyak 2.500 peserta.
Kepala Kejati (Kajati) Jatim, M. Dofir mengatakan, vaksinasi bertajuk “Adhiyaksa Peduli Vaksinasi” tersebut, merupakan hasil kerjasama dengan berbagai pihak. Yakni, Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya serta TNI dan Polri.
“Vaksinasi yang kita lakukan pada hari ini adalah vaksinasi dosis kedua setelah kita lakukan vaksinasi pada tanggal 13 Juli 2021 dosis yang pertama. Saya bersyukur masyarakat Kota Surabaya antusias mengikuti vaksinasi ini,” kata M Dofir di sela kegiatan vaksinasi, Rabu (11/8/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, vaksinasi ini diikuti sebanyak 2.500 sasaran. Dengan rincian, 500 orang berasal dari keluarga Adhiyaksa serta 2000 lainnya merupakan warga Kota Surabaya. “Semuanya (peserta) adalah vaksin pada tahap kedua,” ujarnya.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) atau petugas vaksinator, berasal dari berbagai instansi di Surabaya. Artinya, hasil kolaborasi bersama Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, Polda Jatim maupun Kodam V/Brawijaya. “Sehingga kami bersinergi hari ini untuk melaksanakan vaksinasi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, M Dofir juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga disiplin protokol kesehatan meski sudah menerima dua kali dosis vaksin. Melalui vaksinasi ini, pihaknya berharap herd immunity masyarakat bisa terbentuk.
“Harapan kami herd immunity nya terbentuk. Dengan demikian, badan mereka sehat, bebas dari Covid-19 dan melaksanakan tugas sebagaimana yang kita harapkan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, proses vaksinasi yang dilaksanakan ini merupakan format all in one. Artinya, semua saling bekerjasama untuk satu tujuan memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat.
“Jadi format strong partnership seperti ini menjadi bagian penting. Dan tentu, Surabaya ini adalah episentrum dari seluruh interaksi mobilitas dan termasuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Oleh karena itu, Khofifah menyatakan, bahwa semangat untuk bisa melakukan percepatan vaksinasi, baik dosis 1 maupun dosis 2 harus terus terkawal. Di lain hal, dia juga berpesan kepada warga yang belum menerima vaksin dosis pertama agar selalu proaktif.
“Bagi masyarakat Surabaya, aglomerasi Surabaya, yang belum tervaksin di dosis pertama, mohon terus bisa mengikuti dimana ada proses vaksinasi-vaksinasi yang diselenggarakan di sangat banyak titik,” tandasnya. (BS02)











