PPKM Darurat di Jatim Disebut Hanya Berhasil Kurangi Mobilitas Tidak pada Kasus Covid-19

- Publisher

Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Jatim Kusnadi /Ist

i

Ketua DPRD Jatim Kusnadi /Ist


BicaraSurabaya.com – DPRD Provinsi Jawa Timur menyoroti hasil dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Khususnya, di wilayah Jatim yang dinilai hanya berhasil dalam mengurangi mobilitas penduduk.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi di Gedung DPRD Jatim, Jum’at (16/7/2021), saat menanggapi hasil dari penerapan PPKM Darurat yang berjalan hampir dua pekan di Jatim.

“Kalau ditanya apakah PPKM Darurat ini berhasil? berhasil. Berhasil dalam rangka untuk mengurangi mobilitas. Tetapi apakah PPKM Darurat ini berhasil mengurangi penyebaran Covid-19?,” kata Kusnadi.

Menurut dia, berhasil dalam rangka mengurangi mobilitas penduduk dan penyebaran kasus Covid-19 adalah dua hal berbeda. Kusnadi menyebut, jika dilihat sekarang, PPKM Darurat yang hampir berjalan dua pekan ini tidak simetris dengan penurunan kasus Covid-19 di Jatim.

“Artinya bahwa keberhasilan PPKM Darurat ini selama hampir 2 minggu tidak ekuivalen, tidak simetris dengan penurunan angka penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Karenanya, Politisi PDI Perjuangan tersebut mempertanyakan korelasi antara penerapan PPKM Darurat dengan penurunan angka penyebaran kasus Covid-19 di Jatim. Baginya, tidak ada korelasi yang signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Jatim

Baca Juga:  Jusuf Kalla Lantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jatim

“Mengapa itu terjadi? Kan ini perlu dikaji sebenarnya. Mengapa tidak ada korelasi yang signifikan keberhasilan PPKM Darurat dengan penurunan angka Covid-19. Ini yang perlu dikaji,” tegasnya.

Sebagai legislator, Kusnadi berpendapat bahwa kenapa masa PPKM Darurat tidak diimbangi dengan vaksinasi yang lebih masif. Oleh sebab itu, dia menyarankan tak hanya kepada pemerintah tapi juga seluruh stakeholder maupun instansi vertikal agar turun melakukan vaksinasi.

“Dengan upaya untuk mencapai target bahwa kemudian akan terjadi herd immunity dengan target 70 persen seluruh penduduk Indonesia bisa tervaksin,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB