Vaksinasi Massal di Gelora 10 Nopember Ditargetkan 50 Ribu Sasaran

- Publisher

Rabu, 7 Juli 2021 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan hari pertama vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember, Selasa (6/7/2021) /Dok. Bicarasurabaya.com

i

Pelaksanaan hari pertama vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember, Selasa (6/7/2021) /Dok. Bicarasurabaya.com


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember (G10N), Tambak Sari Surabaya, Selasa (6/7/2021). Vaksinasi massal ini dilakukan sebagai upaya percepatan.

Wali Kota Eri Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pemkot dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya mempunyai target 50 ribu sasaran. Karena itu dalam pelaksanaannya, pihaknya menyiapkan 500 tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksinator dan 500 petugas screening.

“Hari ini ada nakes yang jumlahnya 500 hanya untuk menyuntik vaksin. Kemudian ada 500 petugas screening. Sehingga dalam satu gelombang, kita melakukan penyuntikan 500 orang,” kata Wali Kota Eri di sela meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember, Selasa (6/7/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan, untuk mencegah terjadinya kerumunan, vaksinasi massal di G10N dilaksanakan secara bergelombang. Untuk gelombang pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30 WIB. Selanjutnya, gelombang kedua berlangsung pada pukul 09.30 – 12.00 WIB dan seterusnya.

Baca Juga:  IKA Unair Gelar Vaksinasi Massal di Lingkungan Pondok Pesantren

“Pelaksanaan mulai pukul 07.30 WIB, sampai satu jam itu sudah 3.500 (orang). Kami semua (petugas) yang ada di sini awalnya takut ada kerumunan, sehingga kita bagi waktunya,” ujarnya.

Dari hasil pantauannya ini, Wali Kota Eri menyatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi di G10N waktunya bisa lebih cepat. Menurutnya, hal ini tentu karena adanya dukungan dari Forkopimda dan para relawan di Surabaya.

“Kecepatan ini bisa dilakukan karena dukungan dari Forkopimda dan relawan. Sehingga kita melakukan percepatan bisa dilakukan,” jelasnya.

Forkopimda Surabaya saat membuka vaksinasi massal di Gelora 10 Nopember, Selasa (6/7/2021) /Dok. Bicarasurabaya.com

Pihaknya pun menargetkan, antara bulan September – Oktober 2021, seluruh warga Surabaya sudah menerima 2 kali vaksin. Sementara hingga Selasa (6/7/2021), sebanyak 596 ribu warga Kota Pahlawan telah menerima 2 kali vaksin.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Minta Seluruh Anak Buahnya Tak Bermain-main Urusan Hukum

“Vaksin pertama (warga surabaya) sebanyak 930 ribu (sasaran). Untuk yang belum vaksin, sekitar 1,1 juta. Sehingga kalau bisa 50 ribu, maka dalam 20 hari yang belum vaksin bisa kita sentuh semuanya,” paparnya.

Meski demikian, Wali Kota Eri mengaku bakal terus melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi massal di G10N. Bahkan rencananya, ke depan vaksinasi massal akan dibagi di beberapa lokasi. Yakni Korem 084/Bhaskara Jaya, Polres Tanjung Perak, Polrestabes Surabaya, Kejari Tanjung Perak, Kejari Surabaya, Arhanud Surabaya dan Lantamal V Surabaya.

Menuritnya, pembagian titik lokasi vaksinasi per wilayah ini dilakukan sebagai upaya menjangku warga dan mencegah terjadinya kerumunan.

Baca Juga:  10 Persen Karyawan di Tiap Tempat Kerja Surabaya Bakal Dites Swab

“Nanti akan kita bagi yang penting tidak ada kerumunan. Sehingga per wilayah (vaksinasi) bisa dilakukan. Tiap hari ini kita fokuskan dulu di sini (G10N) sambil melakukan evaluasi,” imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Perancanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini berharap, dengan adanya vaksin maka herd immunity warga Kota Pahlawan bisa meningkat. Sehingga risiko untuk bisa tertular Covid-19 semakin bisa diminimalisir.

“Jadi tidak lagi risiko besar. Karena itu kami dan Forkopimda selalu berjuang habis-habisan bagaimana vaksin ini bisa kita lakukan semaksimal mungkin. Apapun kita lakukan untuk warga Surabaya, karena ini tujuan pemkot dan Forkopimda ada di Kota Surabaya,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB