DPRD Jatim Soroti Konsistensi Implementasi Nawa Bhakti Satya

- Publisher

Minggu, 4 Juli 2021 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Jatim /net

i

Gedung DPRD Jatim /net


Bicarasurabaya.com – Komisi B DPRD Jatim mempertanyakan Konsistensi Implementasi APBD 2020 dengan Nawa Bhakti Satya. Hal ini terungkap dalam rapat paripurna laporan komisi-komisi terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Pemprov Jatim Tahun Anggaran 2020.

Dari sembilan mitra kerja Komisi B DPRD Jatim, tercatat total belanja Rp 1,098 triliun lebih atau sekitar 3,18 persen dari total belanja daerah pada APBD 2020 sebesar Rp34,565 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi belanja sebesar Rp1,056 triliun.

“Sehingga terdapat SILPA di mitra kerja komisi B sebesar Rp42,736 miliar lebih atau sekitar 8,32 persen,” kata Juru Bicara Komisi B DPRD Jatim, Rohani Siswanto saat menyampaikan pendapatnya di rapat paripurna DPRD Jatim, Jum’at (2/6/2021).

Oleh sebab itu, Komisi B DPRD Jatim berpendapat, bahwa target Nawa Bhakti Satya belum tergambar dari program kegiatan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Perekonomian.

“Hal ini salah satunya disebabkan karena deskripsi sasaran dan capaian yang ditetapkan nawa bhakti dalam RPJMD satya tidak terinci secara jelas,” jelasnya.

Apalagi, pihaknya menilai, rendahnya dukungan anggaran bidang perekonomian pada tahun 2020 hanya sekitar 3,18 persen dari total APBD 2020. Hal ini menggambarkan minimnya inovasi dan kontribusi Pemprov Jatim terhadap penguatan sektor ekonomi.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Rp965 Juta, 461 Ribu Objek Pajak Manfaatkan

“Kondisi ini seharusnya membuat kita melakukan introspeksi, benarkah klaim-klaim keberhasilan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bidang ekonomi adalah outcome dari program OPD kita. Jangan-jangan itu bukan karena kita,” ujarnya.

Karena itu, Komisi B merekomendasikan agar ada evaluasi menyeluruh terhadap Nawa Bhakti Satya pada RPJMD. Sehingga diharapkan implementasi APBD benar-benar berjalan pada koridor perencanaan yang terukur dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini.

“Keterlambatan melakukan perubahan RPJMD hanya akan menjadi justifikasi terhadap ketidakmampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan visi misinya,” papar dia.

Baca Juga:  Khofifah Gandeng 14 Dubes RI, Dorong Jatim Jadi Gerbang Baru Nusantara

Berdasarkan evaluasi APBD tahun 2020, Komisi B juga menyarankan Pemprov Jatim dapat melakukan rekonstruksi terhadap per-angkaan APBD Jatim pada fase anggaran berikutnya.

“Sehingga terdapat keseimbangan antara perencanaan dengan kebutuhan menghadapi tantangan ekonomi pada kondisi yang ada saat ini,” tandasnya.

Sebagai diketahui, sembilan mitra kerja Komisi B DPRD Jatim ini terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Biro Perekonomian. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB