Pemerintah Siapkan Dana Rp 1 M untuk Percepatan Penanganan Gempa Jatim

- Publisher

Senin, 12 April 2021 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo melakukan kunjungan di Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Minggu (11/4) /Ist

i

Gubernur Khofifah saat mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo melakukan kunjungan di Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Minggu (11/4) /Ist


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerima bantuan dana siap pakai dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI sebesar Rp 1 miliar.

Bantuan ini digunakan untuk percepatan penanganan bencana Gempa Bumi yang melanda wilayah Malang dan sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat. Pihaknya menyatakan siap mengawal proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BNPB. Pemprov Jatim tentunya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para pengungsi dan korban gempa,” kata Gubernur Khofifah saat mendampingi Kepala BNPB melakukan kunjungan di Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga:  Sopir Nyambi Jualan Sabu Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

Mantan Menteri Sosial RI ini menjelaskan, bantuan Rp 1 M tersebut, diperuntukkan sebagai biaya operasional untuk Dapur Umum Lapangan yang tersebar di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Dia menilai, bahwa bantuan ini akan sangat membantu dalam proses penanganan kebencanaan saat tanggap darurat seperti saat ini.

“Pemprov Jatim telah bergerak cepat utamanya dalam penyaluran bantuan dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Baik bersama Forkopimda Jawa Timur , Pemkab/Pemkot terdampak, BPBD, Tagana serta relawan lainnya,” tutur Gubernur Khofifah.

Saat ini, kata Gubernur, sedang dimaksimalkan infentarisasi dan identifikasi data pemilik rumah, bangunan fasum dan fasos yang terdampak serta divalidasi oleh tim yang dikoordinasikan oleh Bupati. Data tersebut, hendaknya diumumkan di Balai Desa atau tempat pengungsian agar segera terverifikasi sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat.

Baca Juga:  Polda Jatim Tingkatkan Kapasitas Kemampuan Kapolsek dan Kasat

Selanjutnya, untuk mempercepat agar terhindar dari kluster pengungsi Covid-19, BNPB juga menyiapkan bantuan tunggu hunian Rp 500 ribu rupiah perbulan per rumah tangga. Bantuan ini agar digunakan untuk sewa tempat tinggal sambil menunggu pembangunan rumah selesai.

Sementara itu, Kepala BNPB, Doni Monardo turut memuji langkah dan respons cepat dari Gubernur Khofifah dalam mengkoordinir seluruh pihak menangani masyarakat dan korban pasca Gempa bumi yang terjadi di Malang 6,1 SR pada Sabtu (10/4/2021).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah mengkoordinir seluruh lembaga yang ada sehingga penanganannya cepat sekali,” kata Doni Monardo.

Baca Juga:  Khofifah Ajukan Dana Cadangan Pilgub Jatim Rp 600 Miliar, Dicicil 3 Tahun

Doni Monardo menilai, bahwa langkah dan arahan yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah bersama jajarannya sudah tepat dan sesuai. Hal itu diharapkan bisa membawa dampak yang baik bagi penanganan bencana gempa yang terjadi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang didukung dari unsur-unsur TNI/Polri dan Badan SAR yang telah sigap memberikan bantuan kepada warga terdampak,” imbuh Doni Monardo.

Sebagai informasi, Pemerintah Pusat memberikan bantuan Rp 50 juta untuk rumah kategori rusak berat, Rp 24 juta kategori rusak sedang dan Rp 10 juta kategori rusak ringan. Bantuan tersebut di luar biaya pengerjaannya.

Sedangkan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak, akan ditangani oleh Kementerian PUPR. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB