Bicarasurabaya.com – Pada dua tahun terakhir, realisasi investasi di Jawa Timur terus terdongkrak naik. Bahkan, pada periode Januari sampai dengan September 2020, realisasi investasi Jatim telah melampaui capaian tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 66,5 triliun. Sementara di tahun 2019 sebesar Rp 58,4 triliun.
“Dari sisi pertumbuhan, total investasi Jatim naik 42,1 persen. Ini adalah yang tertinggi di Jawa, yang sebagian besar justru tumbuh negatif,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, usai rakor virtual di bidang investasi di Surabaya, Sabtu (23/01/2021).
Secara komposisi, Khofifah menyebut, investasi Jatim terutama ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Ia mengakui bahwa PMDN memang menjadi backbone investasi di Jatim. “Realisasi PMDN kita selalu yang tertinggi dibanding provinsi-provinsi lain,” jelas dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada periode Januari-September 2020, terdapat tiga sektor unggulan PMDN di Jatim. Ini meliputi sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 23,34 triliun), sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 4,37 triliun), dan sektor Industri Makanan (Rp 3,68 triliun). Ketiga sektor tersebut, tersebar di beberapa lokasi wilayah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo.
Dari sisi regulasi, Jatim saat ini terus melakukan pembenaham. Ini seiring dengan peningkatan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan yang dikandung oleh UU Cipta Kerja, Gubernur Jatim telah menerbitkan Peraturan Gubernur No 69 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Melalui pergub ini, Gubernur perempuan pertama di Jatim ingin memastikan pelayanan perizinan yang mengedepankan transparansi, kepastian waktu, bebas korupsi, serta mengutamakan kepuasan pemohon izin.
“Sekarang kalau pelaku usaha mengurus izin di Jatim akan semakin mudah, cukup dengan online, melalui aplikasi JOSS,” terangnya.
JOSS (Jatim Online Single Submission) sendiri merupakan inovasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Jatim. Inovasi ini melayani 18 sektor perizinan serta terintegrasi dengan aplikasi Helpdesk yang memberikan layanan konsultasi dan pengaduan pemohon izin.
“Dengan segenap keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang dipunyai Jatim, maka saya sampaikan kepada para investor baik investor asing maupun investor dalam negeri, ayo berinvestasi di Jawa Timur, karena pasti lebih mudah, efisien dan menguntungkan,” pungkasnya. (BS02)











