Khofifah Siapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Jember

- Publisher

Kamis, 17 Desember 2020 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah saat menerima bantuan Rapid Test Antigen/ist

i

Khofifah saat menerima bantuan Rapid Test Antigen/ist


Bicarasurabaya.com – Kasus Covid-19 di Jawa Timur akhir-akhir ini terus merangkak naik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun melakukan beberapa langkah konkret.

Setelah sebelumnya akan terus mempercepat dan memperbanyak testing, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga telah menambahkan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Ijen Boelevard di Malang yang sudah beroperasi mulai hari ini, Kamis (17/12/2020).

“Kemarin kita meresmikan RS Darurat Ijen Boelevard di Malang dan sudah beroperasi mulai hari ini,” kata Khofifah.

Menurutnya, mekanisme yang akan diberlakukan di Malang itu sama dengan yang di RSDL Indrapura Surabaya. Harapannya tentu yang ringan sampai sedang dilayani di rumah sakit darurat Ijen Boelevard, dan kemudian bagi yang sedang sampai berat dirujuk di rumah sakit rujukan Covid-19.

Selian itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan RS Paru di Jember untuk dijadikan RS khusus penanganan Covid-19. Hal tersebut sebagai respon terhadap meningkatnya angka Covid-19 yang tinggi di Jember.

“Sekarang pun di Jember, rumah sakit paru milik Pemprov Jatim di sana juga sedang bersiap dikonversi khusus melayani pasien Covid-19, selama ini sudah melayani pasien Covid-19 tapi baru seperempat kapasitas bed, sekarang itu sudah diperluas lengkap dengan ICU,” paparnya.

Baca Juga:  Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif, Khofifah Minta ASN Semakin Berinovasi

Kendati Jatim mengalami peningkatan pasien Covid-19, tetapi Recovery Rate (tingkat kesembuhan) Jatim tertinggi kedua setelah Jakarta di banding daerah lain di Pulau Jawa. Data Satgas Covid-19 per 16 Desember 2020 menyebutkan, bahwa Recovery rate di DKI Jakarta mencapai 90,36 %, Jawa Timur 86,35 %, Jawa Barat 82,43 %, Jawa Tengah 68,30 %,  Yogyakarta 67,68 % dan Banten 62,59 %.

Oleh sebab itu, mantan Menteri Sosial ini kembali meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Pasalnya, sampai saat ini penyebaran Covid-19 masih belum berakhir.

Baca Juga:  Positivity Rate Covid-19 di Surabaya Naik, Pemkot Gerak Cepat Masifkan Kembali Tes Swab Massal

“Mohon kepada semua masyarakat, ini penyebaran covid belum berhenti, pastikan menggunakan masker menjaga jarak yang aman, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, ini penting untuk terus kita ingatkan,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim
Batik Jatim Berlayar, Khofifah Bidik Pasar Global dan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB