Cegah Covid-19 Meningkat Jelang Libur Nataru, Jatim Intensifkan Operasi Yustisi

- Publisher

Rabu, 16 Desember 2020 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yustisi protokol kesehatan di pintu masuk perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo /Ist

i

Ilustrasi yustisi protokol kesehatan di pintu masuk perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo /Ist


Bicarasurabaya.com – Upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 tak henti dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta Kabupaten/Kota. Utamanya menjelang libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta agar diperkuat sinergitas yang terjalin bersama, baik di jajaran Pemprov maupun Pemkab/Pemkot di Jatim.

“Saya mohon kita kuati semangat kita, membangun sinergitas yang lebih solid menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Sekarang kita harus menyiapkan sebaik-baiknya dan sedetail mungkin,” kata Gubernur Khofifah, Senin (14/12/2020).

Menurut dia, perlu dilakukan analisis bersama terkait langkah strategis yang diambil, untuk mengendalikan kenaikan angka penyebaran.

“Ini akan menjadi bagian penting untuk dilakukan analisis bersama. Kita kerja keras jangan sampai terjadi kenaikan-kenaikan yang tidak terkendali,” katanya.

Kepada para Kepala Daerah di Jatim, Gubernur Khofifah juga berpesan agar memperkuat update konsolidasi satgas hingga penggalakan Operasi Yustisi. Tak hanya itu, fungsi-fungsi ruang karantina dan Kampung Tangguh di setiap daerah dapat direvitalisasi.

Baca Juga:  31,3 Juta Orang Diprediksi Mudik ke Jatim, Dishub Siapkan Ribuan Armada

“Bagi Bupati/Walikota yang dulu sudah mempunyai ruang karantina, tolong dihidupkan kembali. Yang dulu sudah mempunyai Kampung Tangguh, tolong direvitalisasi,” pesan dia.

Terutama, kata dia, bagi wilayah-wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk dari provinsi lain, agar dilakukan penguatan dalam pengawasan protokol kesehatan di masyarakat.

“Tolong dihitung kembali logistik untuk persiapan daerah-daerah yang biasanya ramai sebagai tujuan mudik maupun wisata. Pastikan mereka di-swab antigen. Utamanya daerah-daerah yang menjadi pintu keluar masuk baik darat, laut maupun udara,” pungkas dia. (BS02)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB