ITS Rintis Kawasan Binaan Lewat Produksi Filet dan Gelatin Halal

- Publisher

Senin, 7 Desember 2020 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Abmas ITS bersama perwakilan dari 21 UMKM di Kabupaten Pacitan/ist

i

Tim Abmas ITS bersama perwakilan dari 21 UMKM di Kabupaten Pacitan/ist


Bicarasurabaya.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuktikan tanggung jawabnya dengan merintis kawasan binaan di Kabupaten Pacitan melalui kegiatan yang mendorong produksi filet dan gelatin halal dari ikan. Agenda garapan ITS dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ini berlangsung selama tiga bulan mulai Juli 2020.

Ketua tim Abmas ITS Drs Lukman Atmaja MSi PhD menyampaikan bahwa produksi filet dan gelatin halal secara spesifik dilangsungkan untuk Pelabuhan Tamperan yang berstatus sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kelas II.

“Terdapat tiga komunitas nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan sederhana, di mana umumnya peralatan penangkapan ikan dioperasikan secara manual dengan tenaga manusia dan kemampuan jelajah operasional terbatas pada perairan pantai,” papar Lukman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya dari ITS, dosen berusia 59 tahun itu menginformasikan, program komprehensif yang digagas tersebut merupakan integrasi antara ITS dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, dan komunitas nelayan tradisional setempat. Dari penjelasan Lukman, kegiatan Abmas tersebut telah diikuti oleh 21 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang aktif.

Baca Juga:  Dua Unit Robot RAISA Siap Bertugas di RSI Surabaya

Dipilihnya Kabupaten Pacitan sebagai kawasan binaan juga bukan tanpa alasan. Dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini menyebut bahwa pihaknya mendukung produksi filet dan gelatin di Kabupaten Pacitan karena kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan laut memungkinkan adanya produksi dan pemasaran ikan beserta produk olahannya.

“Geografis Pacitan Selatan memungkinkan pasokan ikan dari nelayan yang berkelanjutan sepanjang tahun, walaupun fluktuatif,” ujar Lukman.

Di samping itu, lanjut Lukman, faktor yang mendasari penetapan Kabupaten Pacitan sebagai kawasan binaan disebabkan adanya kesulitan masyarakat dalam melakukan pemasaran ikan dan hasil olahannya. Menurutnya, kendala itu terjadi karena letak Kabupaten Pacitan jauh dari kota-kota besar seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Baca Juga:  Dimas, Wisudawan Termuda ITS di Usia 19 Tahun

Dengan demikian, Lukman menegaskan bahwa program Abmas ditujukan untuk membantu menaikkan efektivitas pemanfaatan pengolahan ikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program tersebut, tim Abmas ITS mengagendakan upaya pencerdasan terkait konsep nilai tambah dari produk konvensional menjadi produk inovatif, nilai penting produk makanan yang halal, pertumbuhan global halal market, serta prosedur pengurusan sertifikat halal.

“Kami menjelaskan tata cara pembuatan filet dan gelatin yang higienis dan baik. Selanjutnya, ada lokakarya produksi filet dan gelatin sekaligus demonstrasi penggunaan gelatin yang dihasilkan dari pelatihan sebelumnya,” beber Lukman lagi.

Pengembangan kawasan rintisan oleh tim Abmas ITS yang juga beranggotakan Didik Prasetyoko dan Mardi Santoso dari Departemen Kimia ini disambut baik yang terlihat dari tingginya animo masyarakat setempat. Dosen kelahiran Jombang itu menerangkan bahwa respon masyarakat berada pada kategori luar biasa. Semua kegiatan dilakukan secara luring, yakni datang langsung ke Pacitan.

Baca Juga:  ITS Didapuk Jadi Salah Satu Kampus Terhijau Versi UI GreenMetric 2020

“Termasuk kunjungan ke 21 lokasi produksi dari 21 UMKM yang ikut dalam pengabdian ini, yang tersebar di Pacitan kota, Pacitan pedesaan dan Pacitan Barat,” ungkap pakar termodinamika tersebut.

Di akhir progam pengabdian mayarakat ini, Lukman menerangkan bahwa semua UMKM telah bersepakat untuk menjadi bagian dari Kawasan Binaan ITS selama tiga tahun ke depan, yakni dari tahun 2021 hingga 2023. Lantas, guna memastikan keberlanjutan kemanfaatan yang telah diterima, UMKM baru untuk gelatin halal juga telah dirintis.

“Harapan tim pengabdi adalah supaya suatu saat nanti Pacitan Selatan akan menjadi pusat produksi gelatin ikan,” tutur Lukman penuh harap. (BS01)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB