Emak-emak di Surabaya Minta Penghujat Risma Sadar dan Minta Maaf

- Publisher

Jumat, 27 November 2020 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emak-emak saat menggelar aksi dukungan 'Bela Bu Risma' di depan Balai Kota Surabaya /Foto: Bicara Surabaya

i

Emak-emak saat menggelar aksi dukungan 'Bela Bu Risma' di depan Balai Kota Surabaya /Foto: Bicara Surabaya


BicaraSurabaya.com – Puluhan emak-emak di Surabaya merasa sakit hati dan marah atas beredarnya video berdurasi 19 detik yang menampilkan sejumlah orang menyanyikan lagu “Hancurkan Risma”. Lantas video bernada hujatan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itupun beredar luas di media sosial.

Sebagai respons atas aksi yang dilakukan sejumlah orang itu, emak-emak di Surabaya menggelar aksi “Bela Bu Risma” dan Lawan Premanisme” di depan Balai Kota Surabaya, Jum’at (27/11/2020) .

Aksi ini sekaligus bentuk pembelaan emak-emak setelah Wali Kota Risma dihujat oleh oknum yang diduga salah satu pendukung pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Surabaya 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sebagai warga Surabaya dan sebagai seorang ibu sangat sakit hati, sangat terpukul karena kata-kata yang dihujat kepada ibu wali kota. Ibu-ibu yang ada di sini semua adalah warga Surabaya,” kata salah satu Koordinator Aksi ‘Bela Bu Risma’, Mercy Dwirahmanti di sela kegiatan.

Baca Juga:  Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Situbondo Imbau Alumninya di Surabaya Ikuti Risma Menangkan Eri-Armuji

Menurut dia, selama ini Wali Kota Risma sudah berjuang dengan sepenuh hati, bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk membangun Kota Surabaya. Namun, masih saja ada kelompok orang yang merasa iri hati dan dengki kepada Risma.

“Dia (Wali Kota Risma, red) rela mengorbankan nyawanya hanya untuk Surabaya, tapi kenapa ada kata-kata narasi seperti itu. Saya harap mereka-mereka itu khilaf. Karena Bu Risma sudah begitu berjuang untuk Kota Surabaya,” tegas Mercy.

Ia mengaku, aksi di Balai Kota Surabaya ini dilakukannya untuk membela Wali Kota Risma karena Mency juga sebagai seorang ibu. Namun, Mency memastikan bahwa aksi ini dilakukan bersama warga Surabaya lain tidak untuk membela pihak atau kelompok manapun.

Baca Juga:  Menang Lomba Jurnalistik, Belasan Awak Media Terima Penghargaan dari Bu Risma

“Kami tidak membela siapapun, pihak manapun, kami hanya membela ibu kita (Wali Kota Risma, red) dan siapapun yang menjadi pemimpin di Surabaya,” terang dia.

Karena itu, melalui aksi ini, pihaknya berharap kepada kelompok penghujat Wali Kota Risma agar sadar, meminta maaf, serta menyesali perbuatan mereka. Apalagi, selama ini Surabaya dikenal sebagai kota yang mencintai kedamaian.

“Semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka orasi-kan, apa yang mereka katakan dan viral itu segera mereka hapus, atau mereka meminta maaf, atau mereka membuat yang lebih sopan dan santun,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2020, Pemkot Surabaya Terima Kunker Komisi II DPR RI

Sementara itu, salah satu peserta aksi lain, Endang dengan lantang berteriak marah karena wali kotanya sudah dihujat. Bagi Endang, Risma sudah berjuang dengan susah payah untuk membangun Kota Surabaya hingga saat ini dikenal di seluruh dunia.

“Dia (Wali Kota Risma, red) sudah memperjuangkan Surabaya. Surabaya bukan kota metropolitan lagi, Surabaya sudah menjadi go internasional,” tegas Endang dalam orasinya.

Sebagai seorang perempuan, Endang juga merasa sakit hati dan marah mendengar hujatan yang ditujukan kepada Risma. “Aku gak terimo nek Bu Risma diilokno koyok ngunu. (Saya tidak terima kalau Bu Risma dihujat seperti itu),” kata Endang. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB