Warga Tambak Lumpang Akui Rutin Kerja Bakti Bersihkan Sampah di Sungai Dibantu Pemkot

- Publisher

Kamis, 26 November 2020 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua RW IV, Tambak Lumpang Kelurahan Sukomanunggal Surabaya saat menunjukkan kondisi sungai di sekitarnya /dok. Bicara Surabaya

i

Ketua RW IV, Tambak Lumpang Kelurahan Sukomanunggal Surabaya saat menunjukkan kondisi sungai di sekitarnya /dok. Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Beredar pemberitaan di media bahwa sungai yang membentang di Tambak Pring Barat (Asemrowo) hingga Tambak Lumpang, Sukomanunggal Baru PJKA Utara, Surabaya disebut banyak sampah. Selain penuh sampah, Pemkot Surabaya juga disebut-sebut tak pernah memperhatikan.

Ketua RW IV Tambak Lumpang, Kelurahan Sukomanunggal Surabaya, Toyib membantah jika kondisi sungai di wilayahnya penuh dengan sampah. Sebab, pihaknya mengaku sering menggelar kerja bakti bersama warga. Bahkan, pemkot juga rutin terjun membantu saat kegiatan kerja bakti itu.

“Istilahnya kemarin viral (pemberitaan, red) seperti itu, tapi kalau nyandak (mengkaitkan) masalah tahun, kok sekian tahun tidak dijamak (dibersihkan, red) ya agak miris juga. Karena setiap bulan dari pemkot itu turun ke bawah, bahkan sama saya,” kata Toyib saat ditemui, Rabu (25/11/2020).

Ia pun mengaku terkejut adanya pemberitaan di media yang menyebut sungai di wilayahnya tak pernah dibersihkan. Bahkan, dalam berita itu pemkot juga disebut tak pernah memperhatikan. “Saya sendiri terkejut, kok sampai 5 tahun, bahkan ada yang mengatakan 15 tahun. Dikira (pemkot, red) tidak bekerja, padahal bekerja,” tegas dia.

Meski begitu, Toyib mengaku, kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan juga menjadi penting. Sebab, meski pemkot rutin membersihkan namun apabila masyarakatnya sendiri kurang peduli, maka hal ini akan menjadi sia-sia.

Baca Juga:  Makin Tua Makin Jadi, Emak-emak Asal Asemrowo Edarkan Sabu bersama Suami

“Memang itu dulu kanan-kiri masih banyak tambak-tambak. Sekarang tambah penduduk, jadi padat. Seakan-akan dia (warga, red) itu ingat kebiasaan (buang sampah sembarangan, red). Jadi sulit istilahnya membiasakan buang sampah di tempatnya,” ungkap dia.

Menurutnya, dahulu sungai di wilayahnya itu cukup lebar. Seiring berjalannya waktu, sungai pun menjadi menyempit karena banyaknya warga pendatang yang membangun rumah di sekitaran bantaran.

“Memang dulunya itu agak lebar sungainya, sekarang dihuni masyarakat kanan-kiri (sungai) jadi berebut, jadi menyusut sungainya,” ucap dia.

Baca Juga:  Makin Tua Makin Jadi, Emak-emak Asal Asemrowo Edarkan Sabu bersama Suami

Bahkan, kata Toyib, Pemkot Surabaya telah membangun plengsengan di sungai agar bangunan rumah warga tidak terus maju ke bantaran. Sebab, jika itu tidak dilakukan, dimungkinan ke depan sungai akan semakin menyempit karena bangunan rumah-rumah warga.

“Sudah dibenahi dari pemkot, sudah diplengseng (lebar) 5 meter. Kurang lebih ada 1 kilometer (plengsengan, red) sisanya tinggal 800 meteran,” ujarnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB