Jambret Ini Meringis Kesakitan Lantaran Kakinya Ditembak Polisi

- Publisher

Minggu, 4 Oktober 2020 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mapolrestabes Surabaya | Dok. Redaksi

i

Mapolrestabes Surabaya | Dok. Redaksi


Bicara Surabaya – Seorang pria berinisial ADP (32) terlihat meringis kesakitan di Polrestabes Surabaya. Pasalnya, kedua kakinya ditembak oleh Polisi. Warga Wonokromo ini diketahui telah menjambret sebuah ponsel milik V (43), saat dibawa oleh anaknya yang masih berusia 7 tahun.

ADP menjambret ponsel korban saat berada di Jalan Ngagel Rejo utara Surabaya. Polisi pun berhasil mengamankan tersangka, namun barang bukti (BB) ponsel hasil kejahatan sudah dijual olehnya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan, kejadian ini bermula ketika si korban berada di pinggir Jalan Ngagel Rejo Utara. Kebetulan, saat itu tersangka sedang mencari sasaran. Nah, saat melihat korban membawa ponsel, dengan sekelibat tersangka langsung merebut ponsel dari tangan bocah tersebut.

“Anaknya pulang dan menangis memberitahu bahwa ponselnya diambil orang,” kata Iptu Agung Kurnia, Kamis (02/10/2020).

Atas kejadian tersebut, orang tua korban akhirnya. melaporkan ke Polrestabes Surabaya. Mendapat laporan itu, Unit Jatanras Polrestabes Surabaya langsung melakukan Olah TKP dan mencari identitas tersangka. Setelah menganalisa dan melakukan penyelidikan, petugas berhasil mengetahui keberadaan tersangka di Jalan Gayatri Trem, Surabaya.

Namun, saat akan ditangkap tersangka rupanya tidak mau mengakui perbuatannya. Dan, setelah diintrogasi oleh penyidik, akhirnya tersangka mengakuinya. “Kami terpaksa menembak kedua kakinya karena mencoba kabur,” ujar Iptu Agung.

Baca Juga:  Malmingan di Makam Kembang Kuning, Ning Luluk Diamankan Petugas Gabungan

Dari hasil dari penyelidikan, rupanya tersangka ini juga pernah melakukan penjambretan di beberapa TKP lain. Di antaranya, Jalan Gayatri dan Jalan Waringin Surabaya. “Tersangka sudah tiga kali ini melancarkan aksinya. Baru kali ini ditangkap,” ungkapnya.

Iptu Agung menambahkan, tersangka Adi ini mengaku sudah menjual ponsel milik korban itu di Pasar Maling dan laku Rp 500 ribu. “Uangnya digunakan untuk membeli sejumlah kebutuhannya,” pungkas dia. (Hum/BS02)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City
Ledakan Guncang Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB