Pak Anies… Ini Saran Bu Risma untuk Atasi Banjir di DKI Jakarta

- Publisher

Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Pansus Banjir DKI Jakarta dengan Wali Kota Risma di ruang sidang Wali Kota Surabaya/redaksi

i

Pertemuan Pansus Banjir DKI Jakarta dengan Wali Kota Risma di ruang sidang Wali Kota Surabaya/redaksi


Bicarasurabaya.com- Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta belajar kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini cara menangani banjir yang dilakukan di Surabaya. Kemudian, cara dan inovasi Wali Kota Risma itu akan dirangkum dan akan dijadikan rekomendasi sebagai masukan kepada Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya di Pemprov DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu, salah satu anggota Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina mengeluhkan bagaimana ruwetnya menangani banjir di DKI Jakarta, sehingga dia meminta Wali Kota Risma untuk memberikan saran supaya DKI Jakarta bisa mengatasi banjir yang seakan tidak bisa ditangani oleh Anies Baswedan dan jajarannya.

“Kami Pansus Banjir punya kesungguhan untuk menyelesaikan banjir di Jakarta, Ibu saran apa sih yang bisa dilakukan di Jakarta? Mungkin ada saran apa supaya ada kerja nyata dari kami dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta?” tanya Wa Ode Herlina kepada Wali Kota Risma di forum pertemuan itu.

Karena ada pertanyaan dan dimintai saran, akhirnya Wali Kota Risma pun menjawabnya dan memberikan beberapa saran yang harus dilakukan di DKI Jakarta. “Kalau saran ini, karena saya diminta lho ya, nanti saya salah lagi,” ujarnya.

Ia pun akhirnya memberikan saran yang harus dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir. Ia mengaku sempat mendengar bahwa bidang pedestrian itu berada di bawah Dinas Pertamanan, sedangkan bidang saluran berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Yang saya dengar itu, katanya Pedestrian itu di bawah Dinas Pertamanan, sementara salurannya ada di PU. Ini tidak bisa manajemen seperti itu, karena kalau dua, satunya pengen bangun apa gitu, koordinasinya harus kuat. Kalau tidak kuat, dia akan saling merugikan satu sama lainnya, makanya kemudian dibangun aja, sementara salurannya tidak diperbaiki,” katanya.

Baca Juga:  Ini Visi-Misi Cak Eri dalam Membangun Surabaya 5 Tahun ke Depan

Selain itu, kapasitas salurannya juga harus dihitung. Jadi, kapasitas saluran air itu dapat menampung berapa meter kubik, itu harus dihitung dengan matang, supaya air dapat ditampung.

“Di samping itu, dulu Bu Erna (Kepala Dinas PU dan Pematusan) bilang bahwa itu banjir kiriman, terus saya tanya, emang itu kiriman dari Bupati Sidoarjo? Kiriman dari Bupati Mojokerto? Atau kita harus menyalahkan Tuhan? Memang letak kita ini diujung. Makanya harus bergerak, tidak beralasan aja. Sulit iya, makanya kita kerjakan. Ini sudah karunia Tuhan, ini sudah takdir sehingga harus kita kerjakan dan atasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Anak Penghafal Juz Al-Quran di Surabaya Dapat Insentif dari Pemkot

Bahkan, Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa DKI Jakarta sudah harus berpikir bagaimana mengurangi debit air sebelum masuk kota. Sebab, itu harus dihitung dan harus dikerjakan supaya air itu tidak masuk semuanya ke dalam kota.

Ia juga mengaku sempat melihat peta saluran DKI ketika dirinya diminta berbicara di salah satu forum, akhirnya saat itu dia tahu bahwa sebelum masuk kota, ada dua saluran terpisah, dan itu harus dimanfaatkan untuk memecah air supaya tidak semuanya masuk ke dalam kota.

“Pasti bisalah mengatasi banjir di sana, karena anggarannya juga besar dibanding Surabaya,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB