Tak Mau Kecolongan, Khofifah Antisipasi Potensi Gempa dan Tsunami Sejak Dini

- Publisher

Senin, 5 Oktober 2020 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BMKG | net

i

Ilustrasi BMKG | net


Bicara Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Pemprov Jatim nampaknya tak mau kecolongan. Mereka pun melakukan antisipasi sejak dini potensi gempa bumi megatrust dan tsunami di Jawa Timur.

Bahkan, Khofifah telah menyampaikan kepada para kepala daerah yang ada di wilayah selatan pulau Jawa seperti Banyuwangi, Jember, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dini itu.

“Beberapa waktu lalu Gubernur telah mengadakan vidio conferens bersama pihak terkait kebencanaan seperti UGM, ITS maupun BNPB,“ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Jatim, Benny Sampirwanto, Senin (5/10/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Benny menjelaskan, sebenarnya ada bias informasi yang terjadi di masyarakat. Pertama, informasi di beberapa media menyebutkan kata prediksi, ini tentu berbeda dengan kata potensi. Kalau diprediksi itu bisa memberikan arti peristiwa yang sudah dekat. Kemudian informasi yang kedua, tentang gempa megatrust, bahwa ini ditulis di jurnal.

Baca Juga:  Ekonomi Hutan Jatim Melonjak, Transaksi KTH Capai Rp367,95 Miliar

“Jurnal itu kan tulisan yang segmentrit para ahli di situ. Artinya ketika di bawah ke masyarakat harus lebih jelas, karena perbedaan ilmu yang dimiliki masyarakat yang awam,” tambahnya.

Menurutnya, bahwa gempa megatrust terjadi jika ada tumbukan antar lempeng indo-Australia dengan lempeng Eurasia, dan itu terjadi jika secara bersamaan terangkatnya dua sisi yang barat dan timur.

“Artinya dari skenario itu adalah skenario yang terjelek, tetapi kita semua dituntut untuk siap,” ujarnya.

Baca Juga:  Infografis: Antisipasi Bencana di Kota Surabaya

Oleh karena itu, Pemprov Jatim terus memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya tsunami. Salah satunya seperti diketahui bahwa Indonesia termasuk Jatim ada di wilayah ring of fire (daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik) dan di wilayah lempeng tektonik, artinya masyarakat diberi pemahaman terkait kondisi wilayahnya, dan sewaktu-waktu harus siap jika terjadi gempa dan stunami.

Ke depan ada instruksi khusus dari gubernur tentang penanganan kebencanaan, bukan oleh pemprov saja tapi juga ditangani oleh dinas terkait seperti BPBD Prov Jatim maupun kab/kota. Artinya selain sudah menyiapkan sarana /prasarana, masyarakatnya sudah siap dengan bencana dan sebagainya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Malang Raya Meningkat, Ini Strategi Pemprov Jatim

“Bahkan dari BNPB tahun lalu telah menyelenggarakan kegiatan ekspedisi desa tangguh bencana, di sana dilakukan simulasi jika terjadi bencana, pelatihan-pelatihan sehingga masyarakat kita siap jika terjadi suatu adanya bencana,” kata Benny.

Ahli pusat bencana UGM, Djati Mardianto, mengatakan, bencana tersebut merupakan potensi, bisa terjadi bisa juga tidak dan juga bisa terjadi dalam waktu dekat atau dalam waktu yang lama. “Makanya dalam hal ini harus mengunakan metode skenario terburuk,” terangnya.

Kapusdatin BNPB, Raditiya Jati, menekankan kepada pemerintah agar juga memikirkan berbagai risiko, yakni risiko dari bencana dan risiko kerusakan. “Yang paling penting juga mitigasi sruktural dan non struktural,” imbuhnya. (Hum/BS01)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim
Batik Jatim Berlayar, Khofifah Bidik Pasar Global dan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB