36 Daerah di Jatim Status Awas Kekeringan, BMKG Prediksi Hujan Merata Desember

- Publisher

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta kekeringan dan panas panjang yang diprediksi BMKG terjadi di 36 kabupaten/kota di Jawa Timur terjadi hingga awal Desember 2026. (Foto: BMKG)

i

Peta kekeringan dan panas panjang yang diprediksi BMKG terjadi di 36 kabupaten/kota di Jawa Timur terjadi hingga awal Desember 2026. (Foto: BMKG)

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori Awas kekeringan meteorologis pada periode 11-20 Oktober 2026. BMKG mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi berdampak pada sektor pertanian, sumber daya air, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG untuk Dasarian II Oktober 2026, status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem pemantauan tersebut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Madya BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto, mengatakan daerah yang masuk kategori Awas berada pada tingkat peringatan kekeringan meteorologis tertinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kriteria kekeringan meteorologis BMKG paling tinggi adalah Awas,” kata Maksum saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 35 Ribu, Tembus Rp 2,58 Juta per Gram

Secara nasional, BMKG mencatat sekitar 76% wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Selain Jawa Timur, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga masuk dalam peta peringatan dini kekeringan.

Ancaman Kekeringan dan Karhutla

Maksum menjelaskan, kekeringan berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ketersediaan sumber daya air. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan.

“Yang paling terlihat dampaknya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan, terutama di area yang rawan terbakar.

Selain itu, masyarakat diharapkan rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari BMKG. Informasi tersebut penting untuk membantu warga mengantisipasi dampak kekeringan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Marak OTT 2026, Tito Warning Kepala Daerah Jatim-Bali Jangan Korupsi

Daftar 36 Daerah Berstatus Awas Kekeringan di Jatim

Berikut daftar kabupaten/kota di Jawa Timur yang tercantum dalam kategori Awas pada peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11-20 Oktober 2026:

  • Kabupaten Bangkalan
  • Kabupaten Banyuwangi
  • Kabupaten Blitar
  • Kabupaten Bojonegoro
  • Kabupaten Bondowoso
  • Kabupaten Gresik
  • Kabupaten Jember
  • Kabupaten Jombang
  • Kabupaten Kediri
  • Kabupaten Lamongan
  • Kabupaten Madiun
  • Kabupaten Magetan
  • Kabupaten Malang
  • Kabupaten Mojokerto
  • Kabupaten Nganjuk
  • Kabupaten Ngawi
  • Kabupaten Pacitan
  • Kabupaten Pamekasan
  • Kabupaten Pasuruan
  • Kabupaten Ponorogo
  • Kabupaten Probolinggo
  • Kabupaten Sampang
  • Kabupaten Sidoarjo
  • Kabupaten Situbondo
  • Kabupaten Sumenep
  • Kabupaten Trenggalek
  • Kabupaten Tuban
  • Kabupaten Tulungagung
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
Baca Juga:  Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Antarprovinsi Dibongkar Polda Jatim

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Desember

Maksum menyebut status peringatan kekeringan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi iklim di masing-masing wilayah. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengacu pada satu pembaruan informasi.

Berdasarkan prakiraan awal musim hujan yang disampaikan Maksum, wilayah Jawa Timur secara umum diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026.

“Status ini bisa berubah tergantung wilayahnya, karenanya perlu memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG,” jelasnya.

Dengan demikian, potensi kekeringan masih perlu diwaspadai sebelum musim hujan tiba. Masyarakat diminta menghemat air dan menghindari kegiatan yang berisiko memicu kebakaran selama kondisi kering masih berlangsung. (BS/za)

Berita Terkait

Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000
Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel
Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan
Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan
Usai Menang di Lampung, Persebaya Fokus Hadapi PSS Sleman
Surabaya Perkuat Pencegahan Campak, Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi MR
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 20 Ribu, Buyback Merosot Rp 25 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: dok Emas Antam/Ist)

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:25 WIB

Menekan peredaran miras ilegal dan toko penjual miras ilegal, Satpol PP Surabaya melakukan razia. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

Bicara Kota

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:58 WIB

Ilustrasi (Foto: ist)

Bicara Nasional

Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:25 WIB

Pengolahan sampah di TPA Benowo diolah menjadi sumber energi terbarukan. (Foto: dok Dikominfo)

Bicara Kota

Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:10 WIB