Kasus ISPA Jatim Tembus 211 Ribu pada Agustus, Tertinggi Tahun Ini

- Publisher

Senin, 28 September 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (foto: ist)

i

Ilustrasi (foto: ist)

Bicarasurabaya.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur melonjak pada Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat 211 ribu kasus, menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini.

Jumlah tersebut jauh di atas rata-rata kasus ISPA pada 2025 yang berada di kisaran 117 ribu kasus per bulan. Pada pertengahan 2026, rata-ratanya juga telah meningkat menjadi sekitar 148 ribu kasus per bulan.

Meski terjadi lonjakan, Dinkes Jatim belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan fasilitas kesehatan masih mampu menangani pasien dan ketersediaan obat relatif mencukupi.

“Semua kasus masih mampu ditangani dan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, stok obat-obatan juga relatif cukup. Jadi belum kami terapkan KLB,” kata Erwin dalam keterangannya yang dikutip, Senin (28/9/2026)

Gejala ISPA

Erwin menjelaskan ISPA dapat disebabkan virus, bakteri, maupun kuman yang menular melalui udara dan percikan droplet, terutama saat penderita batuk atau bersin.

Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam hingga sesak napas.

Baca Juga:  27 Rumah Kompos Surabaya Tekan Sampah dan Hemat Anggaran Miliaran Rupiah

“Orang yang mengalami ISPA biasanya muncul gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas,” ujarnya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup serta memenuhi kebutuhan nutrisi.

Penderita juga dianjurkan menghindari paparan asap rokok. Secara umum, ISPA dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7-14 hari.

Lansia dan Ibu Hamil Diminta Waspada

Dinkes Jatim mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama jika disertai keluhan tambahan atau memiliki penyakit penyerta.

Baca Juga:  Fasad Toko Nam Bukan Bangunan Asli, TACB: Bukan Cagar Budaya

Kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil juga diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan jika mengalami gejala.

“Apalagi pasien yang memiliki komorbid, termasuk lansia dan ibu hamil, jangan menunggu penyakit sudah parah,” kata Erwin.

Dengan lonjakan kasus pada Agustus, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan segera mencari pertolongan medis bila gejala memburuk. (BS/za)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru