Bicarasurabaya.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur melonjak pada Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat 211 ribu kasus, menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini.
Jumlah tersebut jauh di atas rata-rata kasus ISPA pada 2025 yang berada di kisaran 117 ribu kasus per bulan. Pada pertengahan 2026, rata-ratanya juga telah meningkat menjadi sekitar 148 ribu kasus per bulan.
Meski terjadi lonjakan, Dinkes Jatim belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan fasilitas kesehatan masih mampu menangani pasien dan ketersediaan obat relatif mencukupi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua kasus masih mampu ditangani dan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, stok obat-obatan juga relatif cukup. Jadi belum kami terapkan KLB,” kata Erwin dalam keterangannya yang dikutip, Senin (28/9/2026)
Gejala ISPA
Erwin menjelaskan ISPA dapat disebabkan virus, bakteri, maupun kuman yang menular melalui udara dan percikan droplet, terutama saat penderita batuk atau bersin.
Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam hingga sesak napas.
“Orang yang mengalami ISPA biasanya muncul gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas,” ujarnya.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup serta memenuhi kebutuhan nutrisi.
Penderita juga dianjurkan menghindari paparan asap rokok. Secara umum, ISPA dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7-14 hari.
Lansia dan Ibu Hamil Diminta Waspada
Dinkes Jatim mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama jika disertai keluhan tambahan atau memiliki penyakit penyerta.
Kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil juga diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan jika mengalami gejala.
“Apalagi pasien yang memiliki komorbid, termasuk lansia dan ibu hamil, jangan menunggu penyakit sudah parah,” kata Erwin.
Dengan lonjakan kasus pada Agustus, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan segera mencari pertolongan medis bila gejala memburuk. (BS/za)








