Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya akan memasang 4-5 seismograf tahun ini untuk memantau aktivitas dua sesar aktif yang melintasi Kota Surabaya. Pemasangan alat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi gempa.
Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan alat yang digunakan yakni Raspberry Shake (RS6D). Perangkat itu diusulkan tim geofisika ITS yang dipimpin pakar geologi Prof Amien Widodo.
Menurut Irvan, RS6D dipilih karena ukurannya kecil, lebih ekonomis, dan dapat ditempatkan di area perkotaan yang lahannya terbatas. Alat tersebut juga mampu merekam getaran mulai gempa kecil hingga kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemasangan akan diutamakan di ruang publik atau perkantoran yang memiliki jaringan internet stabil,” kata Irvan, Kamis (17/9/2026).
Secara ideal, Surabaya membutuhkan sekitar 14 stasiun untuk mencakup seluruh wilayah. Namun, pemasangan dilakukan bertahap dengan 4-5 unit sebagai tahap awal.
Data dari seismograf nantinya dipantau dan direncanakan terintegrasi dengan Command Center 112. Pemkot berharap pemantauan tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi gempa.
“Kami ingin membangun sistem pemantauan harian yang nantinya diintegrasikan dengan pusat kendali Command Center 112,” ujarnya.
Rencana pemasangan seismograf ini berkaitan dengan hasil survei Pemkot Surabaya bersama tim ahli geologi mengenai keberadaan dua sesar aktif dari sistem Sesar Kendeng, yakni Patahan Surabaya dan Patahan Waru.
Amien menjelaskan kedua sesar tersebut memiliki karakteristik patahan naik (thrust fault). Aktivitasnya ditandai dorongan dari bawah permukaan yang secara perlahan dapat mengangkat lapisan tanah.
Karena itu, pemantauan secara terus-menerus dinilai penting untuk mengetahui aktivitas sesar. Sejumlah seismograf nantinya ditempatkan di berbagai titik di wilayah Surabaya dan sekitar jalur patahan.
“Pemasangan seismograf diperlukan untuk memonitor pergerakan sesar secara real-time. Dengan mengetahui tingkat keaktifannya, kita bisa terus bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Amien.
Di tengah maraknya informasi mengenai potensi gempa di media sosial, Pemkot Surabaya juga menggandeng BMKG dan tim ahli ITS untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Irvan meminta warga tidak panik menghadapi informasi mengenai sesar aktif. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengetahui langkah keselamatan saat gempa terjadi.
“Fokus utama masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan diri dan keluarga tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari,” tandasnya. (BS/za)









