3 Sesar Aktif Ditemukan di Jatim, Potensi Gempa hingga M 6,7

- Publisher

Rabu, 9 September 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: BMKG

i

Foto: BMKG

Bicarasurabaya.com – BMKG mengungkap tiga jalur sesar aktif di Jawa Timur yang melintasi wilayah Surabaya, Pasuruan hingga Bangkalan. Berdasarkan pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen), sesar-sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum hingga M 6,7.

Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena mengatakan pemetaan tersebut telah diterbitkan PusGen pada 2024. Pemetaan sumber dan bahaya gempa itu menjadi bagian dari upaya memahami potensi ancaman gempa di berbagai wilayah.

“Jalur patahan di Jawa Timur terlihat sebagai berikut, terdapat sesar yang melewati wilayah Surabaya dengan nama Sesar Java Back-arc thrust Surabaya,” kata Ardhasena dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (9/9/2026).

Sesar Java Back-arc thrust Surabaya memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,7.

Selain itu, terdapat Sesar Pasuruan yang melintasi wilayah Pasuruan. Sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,4.

Sementara di wilayah Bangkalan terdapat dua jalur sesar, yakni Sesar RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng.

“Keduanya memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,7 dan M 6,5,” ujar Ardhasena.

Ardhasena menjelaskan peta sumber dan bahaya gempa tidak dibuat untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi. Data tersebut menjadi landasan ilmiah dalam menyusun tata ruang serta pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap gempa.

Baca Juga:  ITS Uji Energi Terbarukan, dari Biogasolin Sawit hingga PLTS Apung

Pemetaan sesar aktif juga penting untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana. BMKG sebelumnya menekankan pemetaan sesar aktif diperlukan untuk memahami potensi bahaya gempa dan mengurangi risikonya.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak langsung panik dengan adanya informasi mengenai sesar aktif tersebut. Ardhasena menegaskan hingga kini gempa bumi belum dapat diprediksi kapan akan terjadi.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengacu pada sumber resmi BMKG.

Baca Juga:  Call Taker 112 Surabaya Tak Sekadar Angkat Telepon, Ini yang Dilakukan

Mitigasi bisa dilakukan sejak dini, antara lain dengan memastikan bangunan tahan gempa, menata interior rumah agar aman, memahami rambu dan jalur evakuasi, serta melakukan latihan evakuasi mandiri.

Dengan pemetaan tersebut, keberadaan sesar aktif di Jawa Timur bukan untuk memicu kepanikan, melainkan menjadi dasar agar masyarakat dan pemerintah semakin siap menghadapi risiko gempa. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB