Bicarasurabaya.com – Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, disiapkan sebagai salah satu bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan setelah sejumlah bandara terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Juanda membuka layanan operasional selama 24 jam untuk mendukung pengalihan penerbangan di tengah gangguan operasional sejumlah bandara di Jawa dan Sumatra.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran penerbangan selama kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai salah satu bandara alternatif, Bandara Internasional Juanda akan melayani penerbangan selama 24 jam guna mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas pengguna jasa,” kata Tohir, Senin (7/9/2026).
Kesiapan Juanda menjadi bandara alternatif dilakukan di tengah dampak yang mulai terasa pada operasional penerbangan. Hingga pukul 11.40 WIB, tercatat 54 penerbangan di Juanda mengalami pembatalan.
Rinciannya, 24 penerbangan kedatangan dan 30 penerbangan keberangkatan.
Tohir menjelaskan pembatalan tersebut merupakan dampak berantai dari gangguan operasional sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan bandara di sejumlah wilayah membuat konektivitas dan rotasi penerbangan ikut terganggu, termasuk penerbangan yang terhubung dengan Juanda.
Hingga Senin siang, empat bandara masih ditutup, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
Dalam kondisi tersebut, Juanda terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan operasional penerbangan.
Selain memperpanjang jam operasional, pengelola Juanda juga menyiagakan personel di area terminal. Petugas Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiapkan untuk membantu penumpang terdampak.
Penumpang juga mendapat layanan pemulihan berupa makanan ringan dan minuman.
Tohir mengimbau calon penumpang untuk mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara. Penumpang yang sudah berada di terminal juga diminta mengikuti arahan petugas.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Dengan dibukanya operasional 24 jam, Juanda menjadi salah satu titik yang disiapkan untuk membantu mengurai dampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (BS/za)








