Bicarasurabaya.com – Kawasan Pakal di Surabaya Barat didorong menjadi salah satu koridor logistik untuk mengurangi beban pergerakan kendaraan berat di kawasan tengah kota. Penataan ini juga berkaitan dengan rencana pengembangan kawasan sekitar Gelora Bung Tomo (GBT).
Kepala Bidang Penataan Ruang DPRKPP Kota Surabaya Reinhard Oliver mengatakan wilayah timur dan barat Surabaya perlu dimaksimalkan sebagai jalur logistik.
Pakal dinilai memiliki potensi karena terdapat kawasan lindung sekaligus area pergudangan yang bisa mendukung aktivitas logistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harapkan dari area timur maupun barat bisa dimaksimalkan jalur logistik, sehingga tidak membebani kawasan pusat atau tengah kota,” kata Reinhard di Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Penguatan jalur logistik tersebut menjadi bagian dari penataan pergerakan kendaraan di Surabaya. Kendaraan berat diharapkan tidak terus bertumpu pada kawasan tengah kota.
Terkait Penataan Kawasan GBT
Penataan Pakal juga bersinggungan dengan kawasan GBT. Salah satu hal yang tengah dibahas ialah keberadaan TPA Benowo dan rencana pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Reinhard menegaskan rencana tersebut belum menjadi keputusan final. Baik pembangunan PSEL maupun pemindahan TPA masih dalam tahap wacana.
“Memang ada rencana TPA. Saat ini juga ada rencana PSEL di daerah situ. Ini semua masih wacana,” ujarnya.
Jika PSEL nantinya terealisasi, TPA Benowo berpeluang dipindahkan secara bertahap. Lokasi alternatif yang disiapkan berada di Sumber Rejo.
“Kalau terealisasi maka akan dipindah bertahap,” kata Reinhard.
Menurut dia, pemindahan itu dimaksudkan agar kawasan sekitar GBT dapat dimaksimalkan. Sebagian besar lahan di Sumber Rejo yang menjadi opsi lokasi juga merupakan aset Pemkot Surabaya.
“Yang akan dipindah itu yang di Benowo. Jadi nanti area GBT lebih maksimal,” ujarnya.
Namun, langkah tersebut masih menunggu perkembangan rencana PSEL. Belum ada keputusan final mengenai pemindahan TPA Benowo ke Sumber Rejo.
Sementara itu, penguatan koridor logistik di sisi timur dan barat Surabaya diharapkan dapat berjalan seiring dengan penataan kawasan GBT. Dengan begitu, pergerakan kendaraan logistik dan pengembangan kawasan di Surabaya Barat bisa ditata tanpa menambah beban lalu lintas di pusat kota. (BS/za)





