Dishub Surabaya Uji Coba Arus Embong Sawo-Gayam, Ini Perubahannya

- Publisher

Rabu, 2 September 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dishub Surabaya Rekayasa Arus Embong Sawo-Gayam untuk Cegah Konflik Kendaraan. (Foto: Dishub Surabaya)

i

Dishub Surabaya Rekayasa Arus Embong Sawo-Gayam untuk Cegah Konflik Kendaraan. (Foto: Dishub Surabaya)

Bicarasurabaya.com — Arah lalu lintas di Jalan Embong Sawo dan Jalan Embong Gayam, Surabaya, dibalik mulai Selasa (1/9/2026). Rekayasa ini diuji coba untuk mengurangi konflik kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengendara, terutama di sekitar Jalan Kombes Pol Moh Duryat dan Jalan Panglima Sudirman.

Dalam pengaturan baru, Jalan Embong Gayam yang sebelumnya mengarah dari barat ke timur kini menjadi timur ke barat. Sebaliknya, arus di Jalan Embong Sawo diubah dari timur ke barat menjadi barat ke timur.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Beta Ramadhani mengatakan perubahan arah tersebut merupakan hasil evaluasi bersama Dishub dan Polrestabes Surabaya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah manuver kendaraan dari Jalan Kombes Pol Moh Duryat menuju Jalan Basuki Rahmat maupun Jalan Panglima Sudirman. Sebelumnya, kendaraan kerap memotong arus secara tiba-tiba menuju Jalan Embong Gayam.

“Ketika keluar dari Kombes Duryat dan mengarah ke Panglima Sudirman, sering ada kendaraan tiba-tiba memotong ke kanan. Ini cukup berisiko, terutama saat lalu lintas padat,” kata Beta, Rabu (2/9/2026).

Dengan perubahan arah tersebut, kendaraan dari Jalan Kombes Pol Moh Duryat yang menuju Jalan Panglima Sudirman kini memiliki ruang lebih panjang untuk melakukan manuver. Pengemudi diharapkan memiliki waktu lebih untuk melihat kondisi arus sebelum berpindah jalur.

Baca Juga:  75 Anak di Surabaya Resmi Dapat Wali Hukum, Hak Pendidikan hingga Waris Terjamin

Beta mengatakan kondisi tersebut masih ditemukan petugas saat melakukan patroli rutin. Bahkan ketika lalu lintas padat, kendaraan yang memotong arus berpotensi bersenggolan.

“Setiap pagi saat patroli, hampir selalu ada kendaraan yang memotong atau nyaris bersenggolan. Memang tidak selalu terjadi kecelakaan, tetapi situasinya berbahaya,” ujarnya.

Uji coba rekayasa lalu lintas dimulai pukul 09.00 WIB pada Selasa (1/9/2026). Dishub akan mengevaluasi penerapannya secara berkala, termasuk dampaknya terhadap arus kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kombes Pol Moh Duryat, dan Jalan Panglima Sudirman.

Hasil evaluasi juga akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penyesuaian di lapangan, seperti penambahan rambu dan marka jalan.

Selama masa awal penerapan, petugas Dishub ditempatkan di sejumlah titik Jalan Embong Sawo dan Jalan Embong Gayam. Mereka membantu mengarahkan pengendara yang masih mengikuti pola arus lama.

Baca Juga:  KPK Geledah Rumah Sugiri Sancoko, Empat Mobil Disita

“Untuk beberapa hari awal, petugas kami tempatkan di titik-titik tersebut untuk membantu masyarakat. Kalau sudah mulai memahami dan kondisi di lapangan lebih landai, penempatan petugas akan kami evaluasi,” jelas Beta.

Dishub meminta pengendara memperhatikan rambu, marka, dan arahan petugas selama masa uji coba. Pengendara juga diminta tidak menerobos pembatas atau mengambil jalur yang berlawanan dengan pengaturan baru.

“Jangan melanggar rambu dan marka karena keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan ini,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB