DLH Surabaya Telusuri Limbah Medis yang Diduga Milik RSUD Eka Candrarini

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

i

(Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menelusuri temuan limbah medis berupa jarum suntik yang diduga berkaitan dengan RSUD Eka Candrarini. Penelusuran dilakukan bersama DLH Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan asal limbah tersebut.

Kepala DLH Surabaya M Fikser mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan awal di lokasi. Salah satu petunjuk yang ditemukan adalah adanya tulisan yang mengarah ke RSUD Eka Candrarini pada limbah tersebut.

“Kita sudah sama-sama mengecek, alat suntik itu yang perlu didalami. Tetapi kemudian ada tulisan resep RSUD EC ada di situ,” kata Fikser, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fikser menegaskan temuan tersebut masih perlu didalami. DLH tidak langsung menyimpulkan limbah itu berasal dari RSUD Eka Candrarini.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Anjlok Rp177.000 per Gram, Tercatat Terendah Sepanjang Sejarah

Menurut dia, pengelolaan limbah B3 di Surabaya telah memiliki mekanisme yang harus dipatuhi. Karena itu, pihaknya akan menelusuri rantai pengelolaan limbah untuk mengetahui sumber sebenarnya.

“Kita akan melakukan pemeriksaan, semua yang terlibat, mulai dari PT yang selama ini bekerja sama dengan RS kita panggil, termasuk ada klinik yang kita curigai untuk didalami,” ujarnya.

DLH Surabaya juga berkoordinasi dengan DLH Sidoarjo dalam proses penelusuran. Langkah tersebut dilakukan karena lokasi temuan berkaitan dengan wilayah Sidoarjo.

RSUD Eka Candrarini Bantah

Sementara itu, RSUD Eka Candrarini membantah limbah medis tersebut berasal dari rumah sakitnya.

Baca Juga:  Belanja Mamin Kebutuhan Rapat Pemkot Surabaya Terealisasi Rp60 Miliar

Direktur Utama RSUD Eka Candrarini dr Listyorini Rarasingtyas mengatakan pengelolaan limbah medis di rumah sakit dilakukan melalui kerja sama dengan PT Wastec International.

Menurut Listyorini, limbah medis diambil secara berkala dan setiap prosesnya terdokumentasi, mulai dari penimbangan hingga pengangkutan. Pelaporan limbah juga dilakukan melalui sistem elektronik Festronik Kementerian Lingkungan Hidup.

“Setiap kotak limbah tajam itu nanti ditimbang, kemudian dibawa oleh PT Wastec International. Kita tidak pernah membuang limbah medis di luar,” kata Listyorini.

Dia menjelaskan jarum suntik bekas di RSUD Eka Candrarini langsung dimasukkan ke dalam wadah khusus atau safety box. Jarum juga tidak dilakukan recapping atau ditutup kembali setelah digunakan.

Baca Juga:  Surabaya Siaga DBD, Warga Diimbau Lakukan PSN 3M Plus

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Billy Daniel Messakh sebelumnya juga menyatakan temuan limbah tersebut bukan berasal dari RSUD Eka Candrarini. Dia menyebut merek spuit yang ditemukan tidak pernah digunakan maupun dibeli oleh rumah sakit tersebut.

“Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merek tersebut,” ujar Billy.

Meski demikian, DLH Surabaya masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan asal limbah medis tersebut. Hasil penelusuran nantinya akan menentukan dari mana limbah berasal dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangannya. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB