Bicarasurabaya.com – BPBD Surabaya memasang papan peringatan di sepanjang bantaran Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, setelah seekor buaya muara beberapa kali terlihat di kawasan tersebut. Warga diminta menghentikan sementara aktivitas di tepi sungai, terutama memancing, demi menghindari risiko konflik dengan satwa liar.
Langkah itu diambil menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seekor buaya mendekati bibir bantaran sungai yang biasa digunakan para pemancing ikan. Video tersebut memicu kekhawatiran warga karena jarak buaya terlihat cukup dekat dengan bantaran sungai.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar membenarkan kemunculan buaya tersebut. Menurutnya, satwa itu baru belakangan terlihat di sekitar Jalan Jagir Wonokromo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemunculan di Sungai Jagir ini baru terjadi. Sebelumnya tidak pernah ada laporan buaya muncul di lokasi tersebut,” kata Arif, Rabu (15/7/2026).
Arif mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memastikan keberadaan seekor buaya di aliran sungai tersebut.
Sungai Jagir Masih Habitat Alami Buaya
Arif menjelaskan, berdasarkan kajian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, aliran Sungai Jagir masih menjadi bagian dari habitat alami buaya muara.
Ia menyebut, sebelum muncul di sekitar Pintu Air Jagir, satwa tersebut juga pernah terpantau di bawah Jembatan Nginden.
“Hasil pemantauan sementara menunjukkan hanya ada satu ekor buaya yang aktif di lokasi,” katanya.
Menurut Arif, opsi evakuasi belum memungkinkan dilakukan. Kondisi Sungai Jagir yang lebar, dalam, dan berarus deras membuat proses penangkapan berisiko bagi petugas maupun satwa.
Karena itu, BPBD lebih mengedepankan langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat dibandingkan menangkap buaya tersebut.
BPBD Minta Warga Hentikan Aktivitas di Bantaran Sungai
Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, buaya beberapa kali terpantau muncul di sekitar Pintu Air Jagir. Meski demikian, hingga kini satwa tersebut belum pernah naik ke daratan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama Posko Terpadu Jemursari, Projopati Ngagel, dan Perum Jasa Tirta memasang papan larangan beraktivitas di sepanjang bantaran sungai.
“Kami meminta warga menghentikan sementara aktivitas di tepian Sungai Jagir, terutama memancing yang sering mengundang kerumunan pada malam hari,” ujar mantan Kasatpol PP Surabaya ini.
Selain memasang rambu peringatan, petugas juga rutin melakukan patroli darat dan air serta memberikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat tidak mendekati lokasi kemunculan buaya.
BPBD mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak memancing, mendekati, atau mencoba menangkap buaya secara mandiri.
Irvan menegaskan, risiko terbesar justru terjadi apabila seseorang terpeleset atau jatuh ke sungai karena dapat memicu naluri berburu buaya.
“Masyarakat tidak perlu takut berlebihan, tetapi tetap waspada. Jika melihat buaya bergerak mendekati permukiman, segera laporkan ke call center kedaruratan agar petugas bisa segera melakukan penanganan,” pria kelahiran asli Surabaya ini. (BS/za)





