Bicarasurabaya.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini membuat banyak warga khawatir terhadap kondisi perangkat elektronik di rumah. Selain berisiko menghentikan aktivitas, mati listrik yang terjadi berulang dalam waktu singkat juga dapat memperpendek usia pakai sejumlah peralatan elektronik.
Dosen Departemen Teknik Elektro ITS, Dedet Candra Riawan, menjelaskan sebagian besar perangkat elektronik modern sangat sensitif terhadap perubahan tegangan listrik. Saat listrik padam lalu kembali menyala dalam waktu singkat, komponen elektronik dapat mengalami tekanan akibat perubahan arus yang mendadak.
“Meski setiap perangkat memiliki batas ketahanan tertentu, tetap ada titik kerentanan ketika menghadapi perubahan tegangan yang drastis,” kata Dedet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya berupa kerusakan perangkat, tetapi juga terganggunya proses kerja yang sedang berjalan. Pada rumah tangga, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan performa peralatan elektronik. Sementara pada sektor usaha, gangguan sesaat dapat memaksa sistem komputer atau mesin mengulang proses dari awal.
Dedet menjelaskan peralatan yang menggunakan motor induksi non-inverter, seperti kulkas model lama dan pompa air, termasuk yang paling rentan saat listrik padam mendadak. Karena itu, perangkat tersebut sebaiknya segera dicabut dari stop kontak ketika terjadi pemadaman.
Untuk perangkat seperti AC non-inverter, pengguna disarankan mematikan AC melalui remote terlebih dahulu dan mencabut stekernya jika jadwal pemadaman telah diketahui. Setelah listrik kembali menyala, tunggu sekitar lima hingga 10 menit sebelum menghubungkannya kembali ke sumber listrik.
“Jangan langsung menyalakan perangkat saat tegangan belum stabil karena dapat membebani kompresor,” ujarnya.
Berbeda dengan perangkat non-inverter, elektronik berteknologi inverter umumnya telah dilengkapi sistem pengaman yang mampu meredam gangguan tegangan secara otomatis. Karena itu, perangkat jenis ini cukup dimatikan melalui remote dan tidak selalu perlu dicabut dari stop kontak.
Dedet juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada genset berkapasitas kecil. Sebab, perangkat tersebut sering kali menghasilkan tegangan yang kurang stabil dibandingkan pasokan listrik PLN, sehingga tetap berpotensi memengaruhi kinerja perangkat elektronik yang digunakan.
Menurutnya, perlindungan terbaik terhadap perangkat elektronik tidak selalu harus melalui alat yang mahal. Langkah sederhana seperti mematikan dan mencabut perangkat yang rentan saat pemadaman justru dapat membantu mengurangi risiko kerusakan serta memperpanjang usia pakai peralatan elektronik di rumah.(BS/za)









