Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC hingga Mei 2026, Skrining Tembus 644 Ribu Warga

- Publisher

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya Temukan Ribuan Kasus TBC, Pengobatan Pasien Capai 84 Persen. (Foto: Ilustrasi/Ist)

i

Surabaya Temukan Ribuan Kasus TBC, Pengobatan Pasien Capai 84 Persen. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Bicarasurabaya.com – Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Surabaya menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Mei 2026, sebanyak 44.088 suspek TBC telah diperiksa dan 4.191 kasus berhasil ditemukan melalui kegiatan tracing dan screening yang rutin digelar di berbagai wilayah.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat, dari target penemuan 61.624 suspek TBC pada 2026, capaian pemeriksaan telah mencapai 71,54 persen. Sementara skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan kegiatan tracing dan screening dilakukan setiap pekan di lima area yang menjadi fokus penanganan TBC.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tracing menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, sedangkan screening dilakukan terhadap masyarakat umum, termasuk yang tidak bergejala dan tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

“Setiap minggu kami melakukan tracing dan screening di lima area. Tracing untuk kontak erat pasien, sedangkan screening menyasar masyarakat yang belum bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak,” kata Billy, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:  Surabaya Buka Posko Peduli Bencana untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Dari estimasi 11.412 kasus TBC yang diperkirakan muncul sepanjang 2026, sebanyak 4.191 kasus telah ditemukan. Rinciannya, 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

Saat ini terdapat 4.166 pasien yang menjalani pengobatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya. Sebanyak 3.443 pasien TBC sensitif obat atau 84,43 persen telah memulai terapi, sedangkan 90 pasien TBC resistan obat atau 79,65 persen telah menjalani pengobatan.

Tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Surabaya juga tergolong tinggi, yakni mencapai 89,36 persen. Adapun angka kematian pasien selama masa pengobatan tercatat 1,80 persen.

Selain menemukan kasus baru, upaya memutus rantai penularan juga dilakukan melalui investigasi kontak. Hingga Mei 2026, sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilaksanakan dan 2.729 warga menerima terapi pencegahan bagi kontak serumah pasien TBC.

Baca Juga:  SNBP 2026: ITS Terima 1.716 Mahasiswa, Unair 2.506

Billy menilai capaian tersebut menunjukkan hasil positif. Menurutnya, hingga Mei 2026 jumlah pemeriksaan telah melampaui separuh target penemuan kasus yang diberikan Kementerian Kesehatan.

Salah satu kegiatan tracing dan screening terbaru digelar di wilayah kerja Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir. Kegiatan ini melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis paru, serta residen paru.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan baru yang memungkinkan deteksi TBC menggunakan sampel air liur. Metode ini dinilai dapat membantu mengatasi kendala pemeriksaan yang selama ini bergantung pada sampel dahak.

“Kalau selama ini harus menggunakan dahak, sekarang ada alat yang memungkinkan pemeriksaan menggunakan saliva atau air liur untuk mendeteksi TBC,” ujar Billy.

Baca Juga:  Pelebaran Jalan Raya Menganti Surabaya Dilanjutkan, Fokus Urai Kemacetan

Pengembangan metode tersebut turut mendapat dukungan tim ahli dari China dan Korea.

Billy menegaskan, pasien yang terdiagnosis TBC akan langsung mendapatkan terapi setelah proses diagnostik selesai. Obat dan paket pengobatan telah tersedia di seluruh puskesmas sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Untuk memastikan pasien menjalani terapi hingga tuntas, pengawasan dilakukan bersama oleh petugas puskesmas, Dinkes, dan Kader Surabaya Hebat. Pendampingan dinilai penting karena masa pengobatan TBC relatif panjang dan kerap membuat pasien mengalami kelelahan menjalani terapi.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional eliminasi TBC pada 2030. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, pemerintah menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada 2030.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB