Bicarasurabaya.com – Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembukaan dilakukan setelah UPT Tahura Raden Soerjo melakukan monitoring dan evaluasi kondisi kawasan pascakebakaran.
Jalur pendakian resmi dibuka kembali pada Sabtu (26/9/2026). Sebelumnya, seluruh jalur pendakian ditutup sejak 19 Agustus 2026 demi keselamatan pengunjung.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustinintyas Marini mengatakan keputusan membuka kembali jalur diambil berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas hasil monitoring lapangan pascakejadian kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang, maka aktivitas pendakian Arjuno-Welirang resmi dibuka kembali,” kata Agustinintyas, Senin (27/9/2026).
Penutupan jalur dilakukan setelah kawasan Tahura Raden Soerjo dilanda karhutla berulang sejak 18 Agustus hingga 14 September 2026.
Berdasarkan catatan UPT Tahura Raden Soerjo, total lahan yang terbakar mencapai 642,87 hektare. Area terdampak tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan.
Kawasan Gunung Arjuno menjadi lokasi dengan luasan kebakaran terbesar, yakni mencapai 548,61 hektare. Sementara sekitar 94,26 hektare lainnya berada di gugusan Pegunungan Anjasmoro.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama medan pegunungan yang terjal dan curam serta angin kencang yang membuat api mudah menjalar.
“Pemadaman dilakukan secara intensif, baik melalui jalur darat hingga operasi water bombing lewat udara,” ujar Agustinintyas.
Sejumlah titik api sempat muncul di antaranya di Lembah Kijang, Blok Lali Jiwo dan Puthuk Bulak. Kebakaran di Blok Lali Jiwo dan Puthuk Bulak kemudian berhasil dipadamkan setelah hujan deras dan kabut tebal mengguyur kawasan puncak Gunung Arjuno.
Meski jalur pendakian telah dibuka, pemantauan terhadap kawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Sekitar 4.000 Pendaki Sempat Tertunda
Penutupan jalur akibat karhutla membuat sekitar 4.000 calon pendaki harus menunda rencana pendakian ke kawasan Tahura Raden Soerjo.
UPT Tahura Raden Soerjo menegaskan jalur pendakian dapat kembali ditutup sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.
Para pendaki juga diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan ikut menjaga kelestarian hutan selama berada di kawasan Tahura. (BS/za)









