BMKG Ungkap Penyebab Malam Hari di Surabaya Terasa Lebih Dingin

- Publisher

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya terika dan panas siang hari dan dingin saat malam hari. BMKG menyebut kondisi ini merupakan ciri memasuki musim kemarau. (Foto: shutterstock)

i

Surabaya terika dan panas siang hari dan dingin saat malam hari. BMKG menyebut kondisi ini merupakan ciri memasuki musim kemarau. (Foto: shutterstock)

Bicarasurabaya.com – Sejumlah warga Surabaya belakangan merasakan udara lebih dingin saat malam hari. Fenomena ini ternyata berkaitan dengan musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah Jawa Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan, berkurangnya tutupan awan pada musim kemarau membuat suhu udara terasa lebih dingin pada malam hari. Sebaliknya, kondisi tersebut juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas saat siang.

Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani mengatakan, minimnya awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari.

“Suhu udara terasa lebih dingin karena Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau. Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit, sedangkan siang hari suhu terasa lebih panas,” ujar Restina dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (3/6/2026).

BMKG memperkirakan suhu terendah di Surabaya pada Selasa mencapai sekitar 26 derajat Celsius. Kondisi malam yang lebih sejuk ini diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring dominasi cuaca cerah selama musim kemarau.

Baca Juga:  Khofifah Optimistis Sekolah Rakyat Cetak Generasi Emas 2045

Meski malam terasa lebih dingin, masyarakat tetap diminta mewaspadai paparan panas matahari pada siang hari. BMKG mengimbau warga menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Fenomena malam yang lebih dingin dan siang yang lebih panas merupakan karakteristik umum musim kemarau. Kondisi ini biasanya terjadi ketika langit lebih cerah sehingga perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi lebih terasa.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB