RPH Surabaya Pastikan Pemotongan Kurban Higienis dan Sesuai Syariat

- Publisher

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda (Ist/BS)

i

dok. PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda (Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan layanan pemotongan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah berjalan amanah, profesional, higienis, dan sesuai syariat.

Komitmen tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjamin daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi.

Pelaksanaan layanan kurban tahun ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 500.7.2.4/ 11606/436.7.9 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pelaksanaan Kurban. Aturan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, kebersihan lokasi pemotongan, hingga pengelolaan limbah kurban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan layanan pemotongan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Mei 2026. Optimalisasi pelayanan dilakukan menyusul tingginya minat masyarakat menggunakan jasa pemotongan di RPH Surabaya.

“Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan Wali Kota Surabaya, kemudian Pemkot Surabaya, partai politik, organisasi masyarakat, PKK, masjid, yayasan, hingga pelanggan lama yang kembali menggunakan layanan kami,” kata Fajar dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu (27/5/2026).

Baca Juga:  Nyaleg DPRD Surabaya, Ning Rucita Ajak Anak Muda Tidak Apatis Terhadap Politik

Fajar menjelaskan, seluruh hewan kurban wajib masuk ke area RPH sehari sebelum proses penyembelihan dilakukan. Ketentuan itu diterapkan agar sapi dapat beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

“Sesuai SOP, semua sapi harus masuk sehari sebelumnya untuk diistirahatkan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah tiba, hewan akan dikelompokkan dan ditempatkan di area persiapan sebelum dipotong pada hari pelaksanaan,” ujarnya.

Selain wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal, seluruh sapi juga menjalani pemeriksaan antemortem oleh tim dokter hewan RPH Surabaya untuk memastikan kondisi hewan benar-benar sehat.

Baca Juga:  PPKM Surabaya Masih Level 3, Simak Penjelasan Kadinkes!

“Setelah pemotongan, pemeriksaan kembali dilakukan terhadap daging hasil sembelihan. Jika ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak beredar di masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya menekankan aspek kesehatan dan keamanan pangan, RPH Surabaya juga memastikan transparansi proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Pengkurban diminta menghadirkan dua orang saksi untuk menyaksikan proses pemotongan hingga pencacahan daging.

“Seluruh bagian hewan kurban sepenuhnya kami kembalikan kepada pengkurban, mulai dari daging, tulang, jeroan yang sudah dibersihkan, kepala beserta otak, lidah, cingur, kulit, hingga kaki. RPH tidak mengambil bagian apa pun sebagai kompensasi jasa pemotongan,” jelasnya.

Menurut Fajar, apabila ada pengkurban yang menghibahkan bagian tertentu seperti kulit atau kaki, hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan musala RPH Surabaya, bukan untuk keuntungan perusahaan maupun panitia kurban.

Baca Juga:  Harga Daging Sapi Surabaya Capai Rp140 Ribu/kg, Apa Pemicunya?

Dalam proses pengemasan, RPH Surabaya juga menggunakan plastik food grade khusus makanan. Sejumlah pengkurban turut membawa besek sebagai wadah tambahan guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Untuk mendukung kelancaran layanan, RPH Surabaya menerjunkan sekitar 160 petugas yang terdiri dari tim pemotongan, pencacahan, hingga pengemasan daging kurban.

Fajar mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap layanan RPH Surabaya tahun ini cukup tinggi. Jadwal pemotongan pada hari pertama bahkan telah penuh dengan sekitar 70 ekor sapi.

“Hari kedua tinggal tersisa sekitar 10 slot dari kapasitas 60 ekor, sedangkan jadwal Jumat dan Sabtu masih relatif longgar. Kami terus mematangkan seluruh teknis pelaksanaan agar proses kurban berjalan lancar, higienis, dan sesuai syariat,” pungkasnya. (Yan/BS)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB