Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung.
Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai Rp 46,9 miliar. Rinciannya, Kabupaten Tulungagung menerima alokasi Rp 23,2 miliar untuk 20 sekolah, Trenggalek Rp 8,5 miliar untuk 11 sekolah, dan Pacitan Rp 15,1 miliar untuk 13 sekolah.
Revitalisasi mencakup perbaikan ruang kelas, toilet, laboratorium, perpustakaan, ruang praktik siswa hingga pembangunan ruang baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah Indar Parawansa mengatakan revitalisasi sekolah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Anak-anak Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman dan sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Khofifah dalam keterangannya yang diterima, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya adalah investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut rehabilitasi dan revitalisasi sekolah dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Ia menilai perbaikan sarana dan prasarana penting agar siswa lebih nyaman belajar sekaligus membentuk karakter yang produktif.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa SMA dan SMK dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Penandatanganan prasasti revitalisasi sekolah turut dilakukan bersama pemerintah daerah dan jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur.(BS/za)






