Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menuntaskan pengaspalan Jalan Kali Tebu. Setelah pengerjaan jalan selesai, pemkot kini menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung mulai dari penerangan jalan umum (PJU), taman, hingga pos pantau untuk mencegah balap liar dan parkir sembarangan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penataan kawasan Jalan Kali Tebu akan dilakukan secara bertahap agar fungsi jalan tetap optimal sekaligus lebih nyaman bagi masyarakat.
“Kita buat tubing pembatas jalan sehingga nanti menjadi dua jalur. Di tengahnya juga akan dipasang lampu penerangan yang mengarah ke dua sisi jalan,” kata Eri saat meninjau proyek Jalan Kali Tebu, Senin (11/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain penambahan pembatas jalan dan PJU, Pemkot Surabaya juga akan mempercantik kawasan bantaran sungai dengan taman dan penanaman pohon Tabebuya di sepanjang jalan.
Menurut Eri, penataan itu dilakukan agar kawasan Kali Tebu tidak hanya berfungsi sebagai akses jalan, tetapi juga menjadi ruang kota yang lebih tertata dan nyaman dipandang.
“Nanti kita tanami Tabebuya satu jenis semua supaya saat berbunga terlihat bagus. Di bawahnya juga ada tanaman penutup, tapi tetap disiapkan saluran agar tidak banjir,” ujarnya.
Pemkot juga akan memasang speed trap untuk mengantisipasi aksi balap liar maupun kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan baru tersebut.
Tak hanya itu, pos pantau sementara akan dibangun di beberapa titik untuk memantau aktivitas di kawasan Jalan Kali Tebu.
“Kita siapkan pos di satu sampai tiga titik supaya jalan ini tetap sesuai fungsinya dan tidak dipakai balap liar maupun parkir liar,” tegas Eri.
Selain penataan jalan dan taman, Pemkot Surabaya juga berencana membangun jembatan baru di kawasan tersebut. Rencana itu disebut sebagai tindak lanjut atas masukan warga saat proses pengerjaan berlangsung.
Eri berharap masyarakat ikut menjaga kawasan yang telah ditata, termasuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menggunakan badan jalan sebagai area parkir.
“Karena ini sudah difungsikan sebagai jalan, tolong dijaga bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Trio Wahyu Bowo memastikan pengawasan kawasan akan melibatkan Dishub, Satpol PP, kecamatan, hingga kelurahan.
Petugas disiagakan untuk mengantisipasi parkir liar dan aktivitas balap liar setelah Jalan Kali Tebu resmi digunakan masyarakat.(BS/za)











