Bicarasurabaya.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) SDGs Bela Negara Periode II Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar workshop bertajuk “Bangun Citra, Kuatkan Usaha: Strategi Branding untuk UMKM Rangkah” di Ruang Pertemuan Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Kelompok 3 dalam upaya memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Workshop itu menghadirkan Founder & Chief Executive Officer MACPOP dan TEHYUNG Feri Ardiansyah sebagai narasumber yang membagikan wawasan terkait pentingnya strategi branding di era digital. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 16 pelaku UMKM yang ada di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Feri menegaskan bahwa branding tidak sekadar soal tampilan visual seperti logo atau kemasan, melainkan juga bagaimana sebuah produk mampu membangun koneksi emosional dengan konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Produk yang baik harus didukung dengan identitas yang kuat. Tanpa kemasan dan label yang menarik, nilai jual produk akan sulit meningkat. Branding yang tepat membuat produk lebih mudah dikenali dan dipercaya,” jelasnya. Ia juga mencontohkan pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan Instagram sebagai media promosi yang efektif.
Selain sesi materi, peserta turut mengikuti praktik langsung untuk menggali keunikan produk dan merancang slogan usaha. Salah satu pelaku UMKM, Mama Zanabil, memperkenalkan slogan “Tekani, Tukoni, Larisi” sebagai identitas usaha kateringnya.
Sekretaris Kelurahan Rangkah, Niniek Husnia, yang hadir mewakili lurah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, workshop tersebut memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing usaha.
“Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat memahami cara membangun merek dan memasarkan produknya secara lebih efektif. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Mohammad Syarrafah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program KKNT ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga kegiatan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan branding menjadi salah satu kunci penting agar UMKM lokal mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pesan motivasi dari narasumber. Melalui workshop ini, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur kembali menunjukkan peran aktif dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat guna memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Penulis: Mohammad Syarrafah)





