Bicarasurabaya.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat di RW 2, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Melalui program ini, warga didorong mengembangkan budidaya lele menggunakan galon bekas serta difasilitasi dengan pembuatan display box informasi lingkungan yang dilengkapi lampu penerangan.
Program budidaya lele menjadi perhatian karena mengusung konsep urban farming yang ramah lingkungan di kawasan padat penduduk. Mahasiswa memperkenalkan teknik sederhana kepada warga, mulai dari pemilihan benih, pengelolaan kualitas air, hingga pola pemberian pakan yang efektif.
Tak berhenti pada edukasi, mahasiswa juga menyerahkan perangkat budidaya siap pakai agar masyarakat dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi media produksi yang bernilai guna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menghadirkan solusi yang praktis, mudah diterapkan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Budidaya lele dengan galon bekas ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan keluarga,” ujar Rifqi, Ketua KKN Kelompok 1 UPN Veteran Jatim, Sabtu (1/11/2025).
Selain itu, mahasiswa juga membangun display box informasi warga di lingkungan RW 2. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat penyampaian informasi lingkungan yang tetap dapat diakses pada malam hari berkat tambahan penerangan.
Perwakilan warga RW 2 Pacarkeling menyambut positif program tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya display box ini. Informasi kegiatan warga jadi lebih tertata dan mudah diakses,” ujarnya.
Dosen pembimbing lapangan, Mohammad Syarrafah, menegaskan bahwa program ini dirancang sejak tahap awal dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat. Ia turut mendampingi mahasiswa mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Kami memastikan setiap program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar aplikatif dan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan sejak identifikasi masalah, perancangan solusi, hingga implementasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, integrasi antara inovasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. “Pendekatan seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri,” imbuhnya.
Melalui dua program ini, mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim menunjukkan peran aktif dalam menghadirkan solusi inovatif di tengah masyarakat perkotaan. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, program tersebut juga memperkuat nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi warga. (Penulis: Mohammad Syarrafah)











