Bicarasurabaya.com – Sebanyak 11 perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdampak gangguan operasional pada Rabu (29/4/2026). Dampaknya berupa pembatalan hingga keterlambatan keberangkatan.
Gangguan ini merupakan imbas kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi dua hari sebelumnya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan insiden tersebut memengaruhi pola operasi serta perputaran rangkaian kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perlu penyesuaian operasional untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan,” ujarnya.
KAI mencatat empat perjalanan kereta dibatalkan, yakni KA Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol), KA Jayakarta (Surabaya Gubeng–Pasar Senen), KA Majapahit (Malang–Pasar Senen), serta KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng–Malang pulang-pergi.
Selain itu, lima kereta tujuan Jakarta mengalami keterlambatan keberangkatan karena menunggu kesiapan rangkaian. Kereta tersebut meliputi KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Anjasmoro, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, dan KA Gajayana.
Dua kereta lain yang melintas di wilayah Daop 8 juga terdampak keterlambatan, yakni KA Pandalungan dan KA Blambangan Ekspres.
KAI memastikan penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah menjaga aspek keselamatan perjalanan pascakecelakaan.
Penumpang diimbau memantau informasi resmi serta menyesuaikan jadwal keberangkatan guna menghindari keterlambatan perjalanan.(BS/za)











