Khofifah Minta BPBD Terapkan Sistem FIFO untuk Logistik Bencana

- Publisher

Jumat, 10 April 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah meminta BPBD Jatim untuk tetap siaga dan waspada menghadapi cuaca kedepan yang diperkirakan alami kemarau atau musim kering. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

i

Gubernur Khofifah meminta BPBD Jatim untuk tetap siaga dan waspada menghadapi cuaca kedepan yang diperkirakan alami kemarau atau musim kering. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga BPBD Jatim di Kantor BPBD Jawa Timur. Fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana, khususnya dalam pengelolaan logistik dan kesiapan personel.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol mulai beroperasinya kedua gedung tersebut.

Gedung Gerha Majapahit akan difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara Gedung Olahraga BPBD dimanfaatkan untuk pelatihan fisik serta peningkatan kebugaran personel di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya tata kelola logistik yang tertib dan akuntabel. Ia meminta seluruh jajaran BPBD menerapkan sistem First In, First Out (FIFO) untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan barang tidak kedaluwarsa.

Baca Juga:  Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif, Khofifah Minta ASN Semakin Berinovasi

“Distribusi logistik harus mengikuti sistem FIFO agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, pengelolaan logistik juga perlu didukung sistem digital untuk meningkatkan akurasi data dan pengawasan. Dengan sistem tersebut, masa pakai logistik dapat dipantau lebih ketat sehingga meminimalkan risiko penggunaan barang tidak layak.

Selain itu, Khofifah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino. Ia meminta pemerintah daerah melakukan langkah mitigasi secara terukur dan terkoordinasi.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal Kelima di Sisi Barat Mushola

Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyediaan pompa air dalam untuk daerah rawan kekeringan, guna menjaga produktivitas pertanian. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan Indeks Pertanaman tetap berada di angka 2,7.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut pembangunan dua gedung ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola logistik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, keberadaan fasilitas baru akan mendukung penyimpanan hingga distribusi bantuan secara lebih cepat dan terorganisir, sekaligus meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga:  Anak Korban Gempa Flores Diajak Khofifah Bangkit dan Kejar Cita-cita

Pembangunan kedua gedung dilakukan pada tahun anggaran 2025 selama 180 hari dan didanai APBD Jawa Timur. Proyek ini juga mendapat pendampingan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan sesuai aturan.

Dengan tambahan fasilitas ini, BPBD Jatim diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Jawa Timur.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB