TKA Surabaya Digelar Bertahap, Pakai Komputer dan Soal Berbeda

- Publisher

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pola ujian siswa di Surabaya berubah. Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP digelar berbasis komputer dengan skema bertahap, tidak lagi serentak seperti ujian konvensional.

Sistem ini diterapkan untuk menyesuaikan ketersediaan perangkat di sekolah sekaligus menjaga keadilan dan akurasi hasil.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati menegaskan, TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat ukur kemampuan akademik siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“TKA ini untuk memotret kemampuan secara lebih komprehensif, bukan menentukan lulus atau tidak,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga:  9 Rumah Terendam Banjir Lahar Semeru, 136 KK Sempat Terisolasi

Pelaksanaan TKA dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi. Satu perangkat komputer digunakan bergantian oleh beberapa siswa, sementara tiap sesi menggunakan paket soal yang berbeda.

Dengan skema ini, Dispendik memastikan tidak ada keunggulan antar peserta meski waktu ujian berbeda.

Puluhan Ribu Siswa Ikut

TKA tahun ini diikuti puluhan ribu siswa di Surabaya.

SD: 35.602 siswa dari 642 sekolah
SMP: 34.381 siswa dari 321 sekolah

Pelaksanaan juga fleksibel, mulai dari full online hingga semi online, termasuk opsi offline untuk mengantisipasi kendala jaringan.

Baca Juga:  Pengamat Dukung Penataan Balai Pemuda, Demi Ruang Seni yang Terbuka

Bagi siswa disabilitas netra, disediakan screen reader agar tetap bisa mengikuti ujian.

Fokus Literasi dan Numerasi

Materi TKA hanya mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia, namun dengan pendekatan berbeda. Soal dirancang berbasis penalaran dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan.

“Yang diukur adalah kemampuan analitik dan logika siswa,” tegas Febri.

Jadwal dan Tahapan
SMP: 6–16 April 2026
SD: 20–30 April 2026

Sebelumnya, siswa telah melalui tahap pendaftaran, simulasi, hingga gladi sebagai persiapan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp 7.000, Kini Rp 2,603 Juta per Gram

Untuk menjaga integritas, pengawasan dilakukan melalui sistem silang antar sekolah dan pemantauan terpusat. Infrastruktur seperti komputer, internet, dan listrik juga dipastikan siap.

Meski tidak wajib, siswa didorong mengikuti TKA sebagai bahan evaluasi diri. Hasilnya juga bisa menjadi pertimbangan melanjutkan pendidikan.

Di sisi lain, sekolah diminta menjaga suasana tetap kondusif agar ujian tidak menjadi beban psikologis.

“TKA harus jadi pengalaman belajar yang nyaman, bukan menakutkan,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB