Bicarasurabaya.com – Menjelang libur Lebaran 2026, RSUD Dr Soetomo Surabaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan penuh. Rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu menyiagakan 7.088 tenaga medis dan petugas pendukung selama masa libur Idul Fitri.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) mengatakan ribuan petugas tersebut terdiri dari dokter, dokter spesialis dan subspesialis, perawat, hingga petugas penunjang pelayanan rumah sakit.
“Kami menyiapkan sekitar 7.088 SDM yang berjaga selama libur Lebaran, mulai dokter, spesialis, perawat hingga petugas pendukung,” kata Cita Rosita kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain sumber daya manusia, rumah sakit juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan obat, darah, alat kesehatan, serta sistem rujukan terpadu agar pelayanan tetap berjalan selama libur panjang.
Meski masa mudik sering dikaitkan dengan risiko kecelakaan lalu lintas, data RSUD Dr Soetomo justru menunjukkan pola berbeda. Lonjakan pasien saat libur Lebaran lebih banyak disebabkan penyakit metabolik dan gangguan kesehatan non-kecelakaan.
Cita menyebut beberapa penyakit yang paling sering muncul saat libur Lebaran antara lain kelainan darah, diabetes, hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
“Kasus terbanyak justru penyakit metabolik, bukan kecelakaan,” ujarnya.
Data kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada libur Lebaran 2025 mencatat 546 pasien dewasa dan 147 pasien usia 1–18 tahun. Salah satu kasus yang paling banyak adalah gangguan metabolisme protein plasma dengan total 210 pasien selama periode tersebut.
Lonjakan penyakit metabolik itu umumnya dipicu perubahan pola makan selama Lebaran, terutama konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.
“Misalnya penderita hipertensi banyak makan makanan asin, penderita diabetes makan manis berlebihan. Ada juga makanan yang tidak layak konsumsi sehingga memicu diare atau muntah,” kata Cita.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga pola makan selama libur Lebaran agar kondisi kesehatan tetap stabil.
RSUD Dr Soetomo juga telah mengantisipasi kebutuhan pasien dengan penyakit kronis sebelum masa libur dimulai. Pasien diberikan obat yang cukup agar pengobatan tetap berjalan selama libur Lebaran.
“Pasien penyakit kronis sudah kami berikan obat sebelum liburan supaya kontrolnya tetap berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, rumah sakit tetap membuka akses bagi pasien yang membutuhkan obat tambahan atau penanganan darurat.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD Dr Soetomo menyiapkan 1.188 tempat tidur rawat inap. Kapasitas tersebut masih bisa ditambah jika terjadi peningkatan jumlah pasien selama libur Lebaran.
“Tempat tidur bisa kami tambah jika diperlukan, tapi tentu kami berharap tidak sampai harus menambah kapasitas,” kata Cita.
Dengan kesiapan tersebut, RSUD Dr Soetomo memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal sepanjang libur Idul Fitri.(BS/za)






