Kasus Hipertensi 248 Ribu, Surabaya Batasi Konsumsi Gula, Garam, Lemak

- Publisher

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi layanan kesehatan di puskesmas (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Ilustrasi layanan kesehatan di puskesmas (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan surat edaran yang membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) guna menekan peningkatan penyakit tidak menular di masyarakat.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.7.10/5702/436.7.2/2026 yang dikeluarkan pemerintah kota sebagai langkah pencegahan penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Sekretaris Daerah Surabaya Lilik Arijanto mengatakan aturan tersebut berlaku bagi masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, hingga fasilitas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peserta didik dianjurkan membatasi konsumsi gula maksimal empat sendok makan per orang per hari, garam satu sendok teh, dan lemak atau minyak maksimal lima sendok makan,” kata Lilik dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Kini Rp2,64 Juta per Gram

Melalui kebijakan tersebut, Pemkot juga membatasi penjualan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak di lingkungan sekolah, kantor, serta fasilitas publik.

Pemerintah kota mendorong penyediaan menu yang lebih sehat dalam berbagai kegiatan resmi, dengan mengutamakan makanan rendah gula, garam, dan lemak.

Selain itu, sekolah diminta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mengawasi kantin sehat. Kantin diimbau mengurangi penjualan minuman berpemanis dalam kemasan maupun minuman manis populer seperti es teh manis atau kopi manis.

Baca Juga:  Perda Adat Jatim Disiapkan, Dorong Keadilan Ekonomi di Bromo

Siswa juga dianjurkan mengurangi konsumsi makanan instan serta gorengan, dan lebih banyak mengonsumsi air putih, buah, dan sayur.

Kebijakan pembatasan GGL ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Surabaya.

Data Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2025 menunjukkan hipertensi menjadi penyakit tidak menular terbanyak dengan 248.193 kasus. Sementara diabetes melitus berada di posisi kedua dengan 112.893 kasus.

Menurut Lilik, salah satu faktor risiko utama kedua penyakit tersebut adalah obesitas yang dipicu pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp18 Ribu, Tembus Rp2,695 Juta per Gram

“Pola konsumsi GGL yang terbentuk sejak usia dini berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi saat usia produktif,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat, pelaku UMKM, dan sekolah agar menerapkan pola makan sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Langkah ini diharapkan dapat menekan peningkatan penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Surabaya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB