Bicarasurabaya.com – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H dalam kondisi aman. Stok BBM nasional diklaim berada di level 21–23 hari per 1 Maret 2026, di tengah proyeksi lonjakan konsumsi saat mudik.
Kesiapan itu disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Idulfitri di STIK-PTIK Jakarta, Senin (2/3/2026).
Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, Pertamina memproyeksikan konsumsi gasoline naik 12 persen, LPG 4 persen, dan avtur 2,8 persen selama periode Lebaran. Sementara konsumsi gasoil diperkirakan turun seiring berkurangnya aktivitas logistik berat.
“Seluruh fasilitas operasional bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan avtur,” kata Simon dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, Pertamina menyiagakan:
- 2.074 SPBU beroperasi 24 jam di jalur utama dan titik padat kendaraan
- 6.300 agen LPG
- 200 mobil tangki sebagai suplai cadangan
- 64 Kios Pertamina Siaga di wilayah tanpa SPBU permanen dan kawasan wisata
Layanan tambahan seperti Serambi MyPertamina juga disiapkan sebagai titik istirahat pemudik, lengkap dengan dukungan motoris BBM, LPG, dan layanan darurat.
Fokus pengamanan suplai berada di koridor Sumatra–Jawa, jalur Trans Jawa, serta konektivitas Kalimantan–Sulawesi. Wilayah rawan bencana disiapkan stok penyangga, sementara daerah terpencil dan kepulauan mendapat pengiriman lebih awal.
Konsumsi energi biasanya melonjak signifikan menjelang dan setelah Hari Raya, terutama di jalur tol, rest area, bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata. Dengan stok rata-rata di atas 20 hari dan distribusi diperkuat, Pertamina menargetkan tidak terjadi gangguan pasokan selama puncak arus mudik dan balik.
Kesiapan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran mobilitas jutaan masyarakat yang akan pulang kampung pada Lebaran 2026.(BS/za)











